Naradaily-Kementerian Keamanan dan Perlindungan Warga Negara Meksiko mengatakan jalan raya dan jalan utama di negara tersebut telah sepenuhnya pulih setelah kerusuhan dan blokade yang disebabkan tewasnya seorang pemimpin kartel. “Jalan raya dan jaringan jalan telah kembali beroperasi normal, dan warga negara harus merasa aman,” kata departemen tersebut, melansir Sputnik, Selasa (24/2/2026).

Pada saat yang sama, maskapai penerbangan nasional Meksiko Aeromexico mengumumkan dimulainya kembali penerbangan secara bertahap ke dan dari Guadalajara, Puerto Vallarta, Manzanillo, dan Tepic setelah menyesuaikan jadwalnya di tengah kerusuhan di beberapa negara bagian. Dua maskapai penerbangan berbiaya rendah nasional, Volaris dan Viva, membuat pengumuman serupa pada hari Senin.

Pada 22 Februari, Kementerian Pertahanan Meksiko mengadakan operasi militer untuk menangkap Nemesio Oseguera Cervantes, juga dikenal sebagai El Mencho, pemimpin kartel Generasi Baru Jalisco melakukan perdagangan narkoba lintas negara. Menurut kementerian, El Mencho kemudian meninggal karena luka-lukanya saat akan dibawa ke Kota Meksiko, yang kemudian memicu kartel tersebut membalas dengan melancarkan kampanye kekerasan di beberapa negara bagian, memasang penghalang jalan dan membakar bangunan serta kendaraan.

WNI dalam Kondisi Aman

Kemlu RI memastikan WNI yang berada di Meksiko dalam kondisi aman, usai situasi mencekam karena pemimpin Kartel Generasi Baru Jalisco, Nemesio “El Mencho” Oseguera, tewas dibunuh tentara. WNI di Meksiko diimbau untuk tetap waspada.

“Berdasarkan catatan KBRI Mexico City, WNI di wilayah Jalisco berjumlah 45 orang yang didominasi oleh rohaniawan, terapis pijat profesional, serta pengusaha dan pegawai perusahaan,” kata juru bicara Kemlu RI, Vahd Nabyl Achmad Mulachela, kepada wartawan, Selasa (24/2/2026).

Vahd menyebut WNI yang berada di Jalisco dalam keadaan aman. Pihaknya mengimbau WNI di sana tak melakukan aktivitas di luar rumah.

“Saat ini seluruh WNI dalam keadaan aman dan mengikuti arahan pemerintah setempat untuk tidak melakukan aktivitas di luar rumah,” ujar Vahd. Kemlu meminta WNI yang berada di Jalisco untuk meningkatkan kewaspadaan. Ia berharap para WNI terus menjalin komunikasi dengan KBRI setempat.

“KBRI Mexico City mengimbau kepada seluruh WNI di wilayah terdampak untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan, tidak melakukan aktivitas di luar rumah hingga situasi kondusif, mengikuti arahan resmi dari otoritas setempat, serta menjaga komunikasi dengan KBRI Mexico City,” imbaunya lagi.

Vahd menyarankan bagi masyarakat untuk menunda perjalanan ke Meksiko dalam waktu dekat. “Bagi WNI yang memiliki rencana perjalanan ke Meksiko dalam waktu dekat, diimbau agar menunda perjalanan hingga situasi keamanan dinyatakan kondusif,” imbuhnya.

Seperti dilansir AFP, sejak kemarin, AS dan Kanada mengeluarkan peringatan perjalanan (travel warning) ke Meksiko menyusul kerusuhan yang terjadi akibat gembong narkoba terkemuka El Mencho dibunuh tentara Meksiko. “Karena operasi keamanan yang sedang berlangsung dan meluas serta blokade jalan dan aktivitas kriminal terkait di banyak wilayah Meksiko, warga negara AS harus berlindung di tempat aman sampai pemberitahuan lebih lanjut,” demikian pernyataan dari bagian Urusan Konsuler Departemen Luar Negeri AS, melalui media sosial X.

“Blokade jalan telah berdampak pada operasi penerbangan, dengan beberapa penerbangan domestik dan internasional dibatalkan di Guadalajara dan Puerto Vallarta,” katanya. Sementara itu, Kanada menyatakan pihaknya memantau situasi dengan cermat.

Kanada menyarankan warganya di Meksiko untuk tetap tenang dan mengikuti saran dari otoritas setempat. Kanada mendesak warga di negara bagian Michoacan, Guerrero, dan Jalisco untuk berlindung di tempat aman, dengan alasan “adu tembak dengan pasukan keamanan dan ledakan.” (sic)