Naradaily-Satgas penanganan bencana mencatat masih banyak wilayah di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara, yang terisolasi. Hal ini di akibat banjir dan longsor sejak 25 November lalu.
Pembukaan akses terus dilakukan, namun medan berat membuat proses penanganan membutuhkan waktu lebih panjang. Pangdam I/Bukit Barisan Mayjen TNI Rio Firdianto mengatakan, perkiraan jumlah titik terisolasi terus berubah berdasarkan kondisi terbaru di lapangan.
“Awalnya kami mengestimasi ada 28 titik terisolasi. Namun hingga hari ini sudah 22 titik yang berhasil dibuka, meskipun aksesnya belum sepenuhnya tersambung sampai dengan Sibolga,” ujar Rio, dikutip Kamis (4/12/2025).
Ia mengatakan bahwa jumlah titik yang tertutup kemungkinan lebih banyak dari perkiraan awal. “Kemungkinan ada 20 sampai 30 titik yang tertutup, bahkan dapat bertambah lagi,” katanya.
Selama sepekan, prajurit Batalyon Zeni Tempur (Zipur) bersama Pemprov Sumatera Utara, Pemkab Tapanuli Tengah, kepolisian, telah bekerja membuka jalur darurat. Hingga kini, akses sepanjang 38 kilometer berhasil dibuka.
Namun, temuan terbaru di lapangan menunjukkan sejumlah titik tambahan. Dan titik ini juga terlihat mengalami kerusakan akses.
“Dari 22 titik yang sudah dibuka, ternyata masih ada titik-titik lain. Perhitungan sementara, mungkin ada 30 sampai 40 titik lagi yang perlu kita buka,” ujarnya.
Ia memperkirakan masih terdapat 20 hingga 30 kilometer akes yang belum dapat dilewati. Terutama di segmen yang mengalami kerusakan paling parah.
Pihaknya memastikan pekerjaan pembukaan akses terus dilakukan. Dengan prioritas pada wilayah yang masih terisolasi penuh dan membutuhkan evakuasi maupun distribusi bantuan logistik. (sic)