Naradaily-Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengaku tidak memahami alasan munculnya kecaman publik terhadap penembakan oleh agen federal di Minneapolis, yang menjadi insiden kedua sepanjang bulan ini. Trump menilai polisi setempat seharusnya melindungi aparat penegak hukum yang tengah menjalankan tugas.

Sebelumnya, Departemen Keamanan Dalam Negeri Amerika Serikat atau DHS menyatakan seorang petugas patroli perbatasan melepaskan tembakan karena mengkhawatirkan keselamatannya. Menurut DHS, aparat Imigrasi dan Bea Cukai (ICE) saat itu sedang melakukan penggerebekan terhadap imigran ilegal ketika seorang pria mendekati mereka sambil membawa senjata api.

Karena tidak mampu melucuti senjata dari pria tersebut, petugas akhirnya terpaksa melepaskan tembakan. DHS menyebut senjata tersebut milik pelaku dan berisi peluru dengan dua magasin lain yang masih penuh.

“Itu senjata milik pelaku, berisi peluru (dengan dua magasin lain yang masih penuh!). Ada apa sebenarnya? Di mana polisi setempat? Kenapa mereka tidak boleh melindungi petugas ICE?” kata Trump melalui akun Truth Social miliknya pada Sabtu (24/1/2026).

Trump juga menuding negara bagian Minnesota menutupi pencurian miliaran dolar dari anggaran negara. Ia menuduh para pemimpin negara bagian serta Kota Minneapolis telah menyerukan pemberontakan melalui retorika yang dinilainya berbahaya.

Sebelumnya dilaporkan, kendaraan berat dikerahkan ke sebuah jalan di Minneapolis, lokasi seorang pria bersenjata tewas ditembak aparat dalam operasi penggerebekan anti-imigrasi. Insiden ini menyusul kejadian serupa pada awal Januari, ketika seorang petugas imigrasi menembak seorang pengunjuk rasa di Minneapolis yang menolak keluar dari mobilnya. Saat itu, petugas meyakini perempuan tersebut berusaha menabrak aparat. (kom)