Naradaily-Amerika Serikat (AS) menetapkan wabah hantavirus sebagai respons darurat “Level 3”. Status ini menjadi sorotan publik setelah penyakit mematikan tersebut menewaskan tiga orang di kapal pesiar MV Hondius, memicu kekhawatiran wabah global seperti Covid-19.
Melansir Washington Post, Sabtu (9/5/2026), Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) menetapkan wabah tersebut dalam status respons darurat “Level 3”. Status ini merupakan tingkat aktivasi darurat paling rendah dalam sistem tanggap darurat CDC.
Artinya, risiko penyebaran kepada masyarakat umum dinilai masih rendah, namun situasi tetap harus diawasi secara aktif oleh otoritas kesehatan. Dengan penetapan ini, CDC juga mengaktifkan Pusat Operasi Darurat untuk membentuk tim khusus yang mendukung penanganan wabah.
Meski begitu, Presiden AS Donald Trump menegaskan situasi masih terkendali. Dia memastikan pemerintah bersama para pakar kesehatan terus memantau perkembangan wabah tersebut.
“Kami harap, situasinya sangat terkendali. Itu berasal dari kapal,” kata Trump, merujuk pada wabah di kapal pesiar MV Hondius. Trump juga mengatakan, AS memiliki banyak ahli kesehatan yang sedang mempelajari penyebaran virus tersebut agar tidak berkembang menjadi wabah besar.
“Kita punya banyak orang, orang hebat, yang sedang mempelajarinya. Semoga semuanya baik-baik saja,” ujarnya.
Inggris Konfirmasi Dua Warganya Terinfeksi
Badan Keamanan Kesehatan Inggris (UKHSA), sebelumnya menyatakan infeksi hantavirus telah dikonfirmasi menjangkit dua warga negara Inggris dari kapal pesiar MV Hondius, dengan kasus ketiga diduga juga menyerang warga Inggris di Pulau Tristan da Cunha, Samudra Atlantik. “Dua warga negara Inggris telah terkonfirmasi terinfeksi hantavirus, dengan satu kasus tambahan yang diduga pada warga negara Inggris di Tristan da Cunha,” kata UKHSA, melansir The Guardian.
Saat ini, pihak otoritas Inggris sedang mempersiapkan kedatangan MV Hondius di Tenerife, pulau terbesar di Kepulauan Canary, Spanyol, di mana dijadwalkan tiba pada Minggu (10/5/2026). Staf Pemerintah Inggris akan berada di Tenerife untuk mengawal karantina mereka saat turun dari kapal.
“Tidak ada warga negara Inggris di kapal yang saat ini sedang mengalami gejala, tetapi mereka tetap dipantau secara ketat,” imbuh pernyataan resmi mereka, melansir Sputnik.
Pasien terjangkit hantavirus akan diterbangkan kembali ke Inggris dengan langkah-langkah pengendalian infeksi secara ketat. Mereka akan diminta untuk melakukan isolasi secara mandiri selama 45 hari setelah tiba.
WHO menyebut tiga orang telah meninggal dunia akibat terjangkit wabah tersebut. Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan risiko kesehatan masyarakat dari wabah itu masih rendah.
Wabah melibatkan strain hantavirus Andes tersebut sejauh ini mencatat lima kasus terkonfirmasi di kapal pesiar. Dari jumlah tersebut, tiga orang dilaporkan meninggal dunia.
Kapal pesiar tersebut membawa sekitar 150 penumpang dan kru dari 23 negara. Kapal berangkat dari Argentina dan menyeberangi Samudera Atlantik sebelum melaporkan sejumlah kasus penyakit pernapasan saat berada di lepas pantai Cape Verde. Otoritas kesehatan global kini terus berupaya menahan penyebaran hantavirus dari kapal pesiar MV Hondius agar tidak berkembang menjadi ancaman kesehatan internasional. (sic)