Naradaily-Proses evakuasi korban tabrakan Kereta Api (KA) Jarak Jauh Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur masih terus berlangsung. Jumlah korban yang dievakuasi dan meninggal dunia terus bertambah.

“Ada 38 orang yang sudah dievakuasi dan memang ada 6 orang yang teridentifikasi meninggal dunia. Ini kami upayakan secepatnya,” kata VP Corporate Communication KAI, Anne Purba, Selasa (28/4/2026). Dia menambahkan, bahwa seluruh korban penumpang Argo Bromo Anggrek dinyatakan selamat.

Sementara itu, korban luka-luka dan meninggal dunia dalam peristiwa tersebut merupakan penumpang Commuter Line. Untuk mempercepat proses evakuasi Anne mengatakan kereta dari Gambir dan Senen disetop sementara.

Terbaru, jumlah korban luka akibat tabrakan kereta antara Commuter Line dengan Kereta Api Jarak Jauh Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur bertambah. Dalam kejadian tersebut, sebanyak 240 penumpang KA Argo Bromo Anggrek selamat.

Sementara itu, penumpang KRL tercatat 6 orang meninggal dunia dan 80 orang mengalami luka-luka yang saat ini telah mendapatkan penanganan medis. Sebelumnya, Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, mengatakan bahwa jumlah korban yang dievakuasi ke rumah sakit telah mencapai sebanyak 74 orang.

“Posisi terakhir 59 (korban luka) dirawat di RSUD, 12 RS Primaya, dan 3 di RS Bela,” kata Tri, dini hari ini. Tri menambahkan, sebanyak empat korban meninggal dunia telah dievakuasi ke dua rumah sakit yang berbeda.

“Di RSUD tiga (korban tewas) dan RS Bela satu (jenazah),” imbuhnya. Pihaknya saat ini berfokus untuk melakukan evakuasi seluruh korban dalam insiden tabrakan dua kereta di Stasiun Bekasi Timur tersebut.

“Kami mengucapkan duka cita yang mendalam dan kami mohon maaf sekali atas kejadian pada hari ini,” tegasnya. Sebelumnya, KAI menyebut insiden tabrakan Kereta Api (KA) Jarak Jauh Argo Bromo Anggrek terhadap KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur terjadi pada Senin (27/4/2026) malam, pukul 20:52 WIB.

Insiden ini terjadi akibat taksi yang menemper ke KRL di Jalur Perlintasan Langsung (JPL) lintasan dekat Bulak Kapal. Hal ini membuat KRL terhenti dan di belakangnya ada KA Argo Bromo Anggrek yang akhirnya menabrak.

Sebelumnya, Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco menyebut ada 3 orang tewas dan 29 dilarikan ke rumah sakit, masing-masing di RS Primaya, RSUD Kota Bekasi, dan RSUD Bantar Gebang. (sic)