Naradaily-Menteri Sosial yang juga Sekretaris PBNU, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, menyebut Menteri Agama Nasaruddin Umar sebagai salah satu figur yang dinilai layak masuk dalam bursa calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menjelang pelaksanaan Muktamar NU.

Dalam keterangannya di Kediri, Jawa Timur, Selasa, Gus Ipul mengatakan sejumlah nama mulai menjadi pembahasan publik terkait calon Ketua Umum PBNU. Salah satu nama yang mencuat adalah Nasaruddin Umar, yang pernah mengemban amanah sebagai Katib Aam PBNU.

“Kalau kita lihat sejak zaman Gus Dur, paling tidak 40 tahun terakhir ini tiga ketua umum sebelumnya pernah menjadi Katib Aam,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa Presiden keempat RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Said Aqil Siradj, dan Yahya Cholil Staquf sama-sama pernah menjabat sebagai Katib Aam sebelum terpilih menjadi Ketua Umum PBNU.

Menurut Gus Ipul, rekam jejak tersebut juga dimiliki Nasaruddin Umar yang pernah menjabat Katib Aam PBNU pada masa kepemimpinan almarhum K.H. Sahal Mahfudh.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa penentuan Ketua Umum PBNU sepenuhnya berada di tangan peserta muktamar melalui mekanisme organisasi yang berlaku.

Pada kesempatan yang sama, Gus Ipul memastikan dirinya tidak akan maju maupun dicalonkan dalam pemilihan Ketua Umum PBNU mendatang.

Pernyataan tersebut disampaikan usai mengikuti rapat koordinasi persiapan Musyawarah Nasional (Munas) dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama 2026 di Pondok Pesantren Al Falah, Desa Ploso, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri.

Rapat tersebut dihadiri jajaran PBNU bersama panitia tingkat pusat, daerah, dan lokal guna mematangkan persiapan penyelenggaraan Munas dan Konbes NU.

Sementara itu, Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur menyatakan kesiapan penuh dalam mendukung pelaksanaan Munas dan Konbes NU yang akan digelar di Pesantren Al Falah Ploso.

“Intinya, PWNU Jatim siap dukung pelaksanaan Munas-Konbes NU di Ploso, bahkan persiapan kami dengan panitia lokal sudah bisa dibilang hampir 100 persen, tinggal pelaksanaan,” kata Ketua Panitia Daerah Munas-Konbes NU dari PWNU Jawa Timur, Mustainn.

Menurutnya, rangkaian kegiatan akan dimulai dengan pembukaan Munas dan sidang-sidang di Pondok Pesantren Al Falah Ploso pada 20–21 Juni 2026. Setelah itu, peserta akan mengikuti agenda napak tilas muassis NU di Tebuireng, Kabupaten Jombang, pada 22 Juni 2026.

Selanjutnya, rangkaian kegiatan akan ditutup di Kabupaten Bangkalan, Madura, pada 23 Juni 2026 yang direncanakan turut dihadiri Presiden.

Ketua PWNU Jawa Timur K.H. Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin berharap Munas dan Konbes NU dapat berjalan lancar serta menghasilkan berbagai keputusan strategis yang memperkuat sistem kepemimpinan organisasi sesuai nilai dan cita-cita para pendiri Nahdlatul Ulama.

“Kami optimistis forum tersebut akan menjadi sarana konsolidasi organisasi menjelang Muktamar ke-35 atau Muktamar Abad Kedua Nahdlatul Ulama,” kata Gus Kikin. (kom)