Naradaily-Pemerintah Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, mencatat sebanyak 787 rumah mengalami kerusakan akibat gempa bumi yang mengguncang wilayah tersebut.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sigi Henri Kusuma mengatakan berdasarkan data sementara, kerusakan terdiri atas 707 rumah rusak ringan, 68 rumah rusak sedang, dan 12 rumah rusak berat.

“Data sementara hingga malam ini terdapat 17 desa yang tersebar di lima kecamatan yakni Sigi Kota, Palolo, Nokilalaki, Tanambulava dan Lindu yang terdampak parah akibat gempa bumi,” kata Henri di Sigi, Selasa (16/6/2026).

Ia menjelaskan jumlah warga terdampak gempa di Kabupaten Sigi mencapai 912 kepala keluarga atau sebanyak 1.412 jiwa.

“Jadi ada satu warga meninggal dunia, 42 orang luka ringan dan 13 warga luka berat. Semua korban sudah ditangani tim kesehatan dari puskesmas serta RSUD Torabelo,” sebutnya.

Sementara itu, Bupati Sigi Moh Rizal Intjenae memastikan penanganan bagi masyarakat terdampak gempa di Desa Kamarora A dan Kamarora B, Kecamatan Nokilalaki, dilakukan secara optimal dan tepat sasaran.

“Saya sudah kumpulkan kepala OPD teknis terkait guna mempercepat langkah-langkah pemulihan di wilayah terdampak bencana gempa bumi,” ucap Rizal.

Untuk mempercepat proses pendataan, ia memerintahkan BPBD, kepala desa, dan camat agar bersinergi menyelesaikan data kerusakan rumah dalam waktu 1×24 jam.

“Kami juga sudah mulai mendistribusikan makanan, air bersih, dan pendirian tenda darurat di Kecamatan Nokilalaki dan Palolo,” ujarnya.

Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 6,7 mengguncang wilayah Palu, Sulawesi Tengah, pada Selasa pukul 10.27 WIB.

BMKG menyebut episentrum gempa berada di darat pada koordinat 1,13 derajat Lintang Selatan dan 120,23 derajat Bujur Timur, atau sekitar 42 kilometer di tenggara Kota Palu. (kom)