Naradaily-Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) baru saja temukan dua spesies anggrek langka. Kedua spesies tersebut berhasil diidentifikasi di dalam kawasan konservasi tersebut selama kegiatan eksplorasi flora rutin pada akhir Maret 2026.

Temuan ini menjadi angin segar bagi upaya pelestarian tumbuhan endemik yang kian terancam punah akibat perubahan iklim dan gangguan habitat. Koordinator Pengendali Ekosistem Hutan Balai Besar TNBTS Toni Artaka mengatakan, kedua spesies anggrek itu ditemukan pada awal Januari 2026 oleh petugas yang saat itu sedang melaksanakan patroli kawasan, sekaligus melakukan pengidentifikasian terhadap biodiversitas.

“Kedua spesies anggrek ini ditemukan pada habitat yang relatif sama, yaitu teduh, berhumus tebal, dan cukup lembab pada elevasi 1.000 sampai 1.200 meter di atas permukaan laut (mdpl),” ujarnya melalui pesan singkat, Jumat (27/3/2026). Berdasarkan hasil identifikasi tim pengendali ekosistem hutan, kedua anggrek ini memiliki karakteristik unik yang jarang ditemukan di wilayah lain.

Spesies pertama menunjukan ciri fisik kelopak bunga dengan corak warna yang kontras dan struktur batang yang sangat adaptif terhadap suhu dingin esktrem di ketinggian Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Spesies kedua ini merupakan jenis anggrak epifit yang ditemukan menempel pada pohon-pohon tua di zona inti taman nasional.

Spesies ini diketahui memiliki masa berbunga yang sangat singkat, sehingga sulit terdokumentasi sebelumnya. Kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru memang dikenal sebagai salah satu “benteng terakhir” bagi kekayaan botani di Pulau Jawa. Kondisi geografis yang meliputi hutan pegunungan bawah hingga sub-alpin menyediakan mikroklimat yang mendukung pertumbuhan berbagai jenis anggrek hutan.

Hingga saat ini, tercatat ada ratusan jenis anggrek yang hidup di kawasan TNBTS. Dengan adanya penemuan dua spesies baru ini menambah daftar panjang kekayaan hayati yang harus dilindungi secara ketat. (Sasa)