Naradaily-Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) memastikan seluruh 129 pendaki yang berada di Ranu Kumbolo saat erupsi Gunung Semeru terjadi telah bergerak menuju Ranupani pada Kamis. Kepala Balai Besar TNBTS Rudijanta Tjahja Nugraha, melalui siaran video yang diterima di Kota Malang, Jawa Timur, menjelaskan bahwa total keseluruhan rombongan berjumlah 187 orang, termasuk saver, petugas TNBTS, porter, dan Pendamping Pendakian Gunung Semeru Terdaftar (PPGST).
“Pendakinya 129 orang, kalau total semuanya 187 orang itu termasuk dengan saver, petugas TNBTS, porter, dan PPGST. Saat ini mereka sedang perjalanan menuju Ranupani,” ujarnya.
Ia memastikan seluruh pendaki dan pihak terkait berada dalam kondisi aman. Material erupsi Gunung Semeru pada Rabu bergerak ke arah selatan hingga tenggara, sementara Ranu Kumbolo berada di sisi utara sehingga tidak terdampak.
Balai Besar TNBTS mengimbau masyarakat agar mematuhi ketentuan zona berbahaya yang telah ditetapkan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG). Sementara itu, Pranata Humas Balai Besar TNBTS Endrip Wahyutama menyampaikan bahwa tim dari Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) sudah bersiaga di Ranupani untuk menunggu kedatangan rombongan pendaki.
“Evakuasi terkendali dan dikoordinasi oleh petugas bersama rekan-rekan dari saver, aman semuanya,” kata Endrip. Ia menambahkan bahwa perjalanan dari Ranu Kumbolo menuju Ranupani membutuhkan waktu sekitar 2,5 hingga 4 jam dalam kondisi normal.
TNBTS juga telah menutup jalur pendakian Gunung Semeru pascaerupsi. Penutupan tersebut tertuang dalam surat pemberitahuan yang diterbitkan Balai Besar TNBTS dengan Nomor: PG.17/T.8/TU/HMS.01.08/B/11/2025 tentang Penutupan Pendakian Gunung Semeru. Keputusan ini mempertimbangkan rekomendasi PVMBG terkait bahaya radius delapan kilometer dari puncak dan sektoral 20 kilometer ke arah selatan–tenggara. Jalur pendakian akan tetap ditutup hingga kawasan dinyatakan benar-benar aman untuk aktivitas pendakian. (kom)