Naradaily-Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi yang juga Juru Bicara Presiden RI mengungkap isi pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan Presiden Ke-7 Joko Widodo di kediaman pribadi Prabowo di Jalan Kertanegara, Jakarta, Sabtu (4/10). Pertemuan itu berlangsung selama lebih dari dua jam dan membahas sejumlah persoalan kebangsaan.

Prasetyo, yang akrab disapa Pras, menjelaskan pertemuan tersebut berawal dari agenda silaturahmi antara dua pemimpin bangsa. “Kalau Pak Prabowo berkesempatan ke Jawa Tengah, Beliau yang sowan atau mampir ke kediaman Jokowi. Kebetulan Pak Presiden Ke-7 ada di Jakarta, jadi sudah janjian ketemu waktunya makan siang,” ujar Pras saat ditemui di Lapangan Silang Monas, Jakarta, Minggu, selepas acara peringatan HUT Ke-80 TNI.

Ia menyebut Jokowi memberikan sejumlah masukan kepada Prabowo, meski tidak merinci lebih lanjut. “Tentu banyak hal yang dipercakapkan mengenai masalah-masalah kebangsaan, termasuk memberikan masukan ke depan sebaiknya seperti apa untuk beberapa hal. Kurang lebih 2 jam pertemuan di antara dua pemimpin,” tutur Prasetyo.

Pertemuan yang dimulai sekitar pukul 13.00 WIB itu diawali dengan makan siang bersama, kemudian dilanjutkan dengan pertemuan empat mata antara Prabowo dan Jokowi. Seusai pertemuan, Presiden Prabowo melanjutkan agenda dengan sejumlah tokoh bangsa di Kertanegara, didampingi Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin.

Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan turut menanggapi pertemuan tersebut. Ia menyambut baik momen kebersamaan Prabowo dan Jokowi. “Bagus kan kalau Presiden dengan mantan presiden bertemu, pemimpin guyub,” kata Luhut di Jakarta, Minggu.

Meskipun tidak mengetahui secara detail isi pembahasan, Luhut meyakini pertemuan keduanya membawa dampak positif. “Saya pikir, mereka berdua kan pemimpin. Pemimpin dan mantan pemimpin. Itu ada yang mereka bicarakan. Jadi kita doakan semua kompak,” ujarnya. (kom)