Naradaily-Presiden Prabowo Subianto memanggil Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Syahganda Nainggolan dan Wakil Kepala Bakom Fadli Tri Hartono untuk membahas penguatan peran Bakom RI serta membangun komunikasi yang lebih dekat dengan masyarakat.

Menurut unggahan resmi Sekretariat Kabinet yang dikutip dari Jakarta, Minggu, Presiden Prabowo memanggil Syahganda dan Fadli ke kediamannya di Hambalang, Jawa Barat, pada sore hari ini.

Dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo berdiskusi mengenai penguatan peran Bakom dalam menyampaikan program pemerintah, hasil, serta manfaatnya kepada masyarakat. Turut dibahas pula peran Bakom dalam membangun komunikasi yang lebih dekat dengan masyarakat.

Presiden Prabowo dalam kesempatan itu menekankan bahwa komunikasi pemerintah harus mudah diterima dengan menggunakan bahasa yang sederhana.

Dia menekankan bahwa Bakom bukan hanya menyampaikan apa yang dikerjakan pemerintah, tetapi juga menjelaskan arah dan pemikiran di balik setiap kebijakan.

Presiden juga mengingatkan agar Bakom tidak hanya menyampaikan informasi kepada masyarakat, tetapi juga mendengarkan masukan, keluhan, dan kritik masyarakat untuk kemudian diteruskan kepada kementerian dan lembaga terkait, termasuk kepada Presiden.

Pertemuan tersebut diharapkan dapat memperkuat komunikasi pemerintah yang lebih terbuka, dialogis, dan berkesinambungan antara pemerintah, media, dan masyarakat.

Dengan demikian, setiap kebijakan dan pemikiran Presiden dapat dipahami secara utuh, sekaligus memastikan suara dan aspirasi masyarakat dapat didengar oleh pemerintah.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto melantik Syahganda Nainggolan sebagai Kepala Bakom RI dan Fadli Tri Hartono sebagai Wakil Kepala Bakom RI di Istana Negara Jakarta, Jumat (2/10).

Pelantikan tersebut berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 106/P Tahun 2026 tentang Pengangkatan Kepala dan Wakil Kepala Badan Komunikasi Pemerintah. Keppres tersebut ditetapkan di Jakarta pada 1 Oktober 2026.

Dengan pelantikan itu, Syahganda secara resmi menggantikan Muhammad Qodari, yang pada kesempatan sama dilantik oleh Presiden Prabowo sebagai Sekretaris Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) merangkap anggota. (kom)