Naradaily-Polda Metro Jaya menangkap 27 orang yang diduga terlibat dalam jaringan peredaran narkotika dan menyita senjata api saat penggerebekan di kawasan Kampung Bahari, Jakarta Utara, pada Minggu.

Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Pol. Bismo Teguh Prakoso mengatakan, penggerebekan dilakukan secara serentak oleh tim gabungan dari sejumlah instansi.

“Kita melakukan penggerebekan dari berbagai sisi. Oleh karena itu kita lakukan serempak, kemudian kita berkolaborasi dengan semua pihak, dari BNN, Bareskrim, Polda Metro Jaya, Brimob, dan lain sebagainya,” kata Bismo saat dikonfirmasi di Jakarta, Minggu.

Bismo menjelaskan, pada tahap awal operasi, polisi menyita sejumlah barang bukti dari empat orang yang diamankan di lokasi utama. Mereka terdiri atas satu orang yang kedapatan membawa barang bukti dan tiga pengguna.

“Satu, barang bukti ada padanya, yaitu pil psikotropika, kemudian ada tiga pengguna. Nanti kita akan lakukan pendalaman,” ujar Bismo.

Dalam penggerebekan itu, petugas turut menyita narkotika dalam jumlah besar, di antaranya ratusan gram sabu-sabu, ganja, dan ribuan butir ekstasi. Polisi juga menemukan mesin pencetak ekstasi, bong atau alat isap, senjata tajam, serta senjata api.

Petugas juga menyita uang tunai yang diduga kuat berasal dari transaksi peredaran gelap narkotika. Uang tersebut ditemukan tersimpan bersama barang bukti ganja.

Bismo mengatakan, sejumlah pihak di lokasi sempat melakukan perlawanan. Namun, ia menegaskan hal itu tidak mengganggu pelaksanaan operasi.

“Perlawanan itu sebagai wujud pengalihan perhatian dari zona yang menjadi target operasi kita. Tapi kita tidak teralihkan terhadap fokus dari target operasi kita,” tutur Bismo.

Menurut Bismo, para pelaku masih menggunakan lapak-lapak liar di sepanjang bantaran rel kereta api sebagai tempat transaksi narkoba. Untuk memutus mata rantai peredaran tersebut, polisi akan membongkar bangunan liar dan terus memburu bandar utama.

“Membongkar lapak juga supaya tidak disalahgunakan. Kita akan terus lakukan operasi ini di berbagai tempat dan juga pengejaran terhadap bandarnya,” kata Bismo.

Penggerebekan di Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, itu melibatkan tim gabungan Kepolisian dan Badan Narkotika Nasional (BNN). Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Pol. Adhe Hariadi mengatakan, tim terdiri atas Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya, BNN, Brimob, dan Polres Metro Jakarta Utara.

“Tim gabungan dari Direktorat Narkoba Polda Metro, BNN, Brimob, Polres Metro Jakarta Utara,” kata Adhe di Jakarta, Minggu.

Adhe menyebutkan, petugas mulai menyisir kawasan sekitar pukul 05.30 WIB. Sebanyak 1.816 personel dikerahkan dari Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya, Satres Narkoba Polres Metro Jakarta Utara, dan Brimob Polri.

Dalam operasi tersebut, petugas menggunakan kereta rel listrik (KRL) atau Commuter Line dari Stasiun Tanjung Priok menuju Kampung Bahari dan Kampung Muara Bahari. Moda transportasi itu dipilih karena dapat mengakses langsung jalur menuju kawasan yang diduga menjadi tempat peredaran narkoba.

Setelah turun dari KRL, petugas menyisir lokasi dan mendatangi lapak-lapak di sepanjang rel kereta serta permukiman warga. Para pelaku yang diduga bagian dari jaringan narkoba di Kampung Bahari sempat memberikan perlawanan.

Dari hasil penggeledahan, polisi menyita sejumlah barang bukti narkoba dan senjata tajam. Adhe menyatakan para pelaku yang diduga terlibat peredaran narkoba telah diamankan, tetapi pihak kepolisian belum merinci jumlah tersangka yang ditangkap.

“Untuk pelaku diamankan Direktorat Narkoba Polda,” kata Adhe.