Naradaily-Presiden Prabowo Subianto memanggil sejumlah jajarannya ke Istana Kepresidenan RI, Jakarta, pada Kamis siang. Beberapa menteri yang hadir di antaranya Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, serta Menteri Koperasi Ferry Juliantono.
Menurut beberapa menteri, mereka dipanggil untuk mengikuti rapat terbatas bersama Presiden Prabowo guna membahas perkembangan program pemerintah di sektor pangan dan pembangunan Kampung Nelayan.
“(Rapat akan membahas) pangan, swasembada pangan,” kata Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat ditemui di Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Kamis siang. Amran tiba di Istana sekitar pukul 13.00 WIB dan berjalan menuju area dalam Istana bersama Wakil Menteri Pertanian Sudaryono.
Di lokasi yang sama, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menyebut dirinya akan melaporkan perkembangan pembangunan Kampung Nelayan yang menjadi salah satu program prioritas Presiden Prabowo. “(Kampung Nelayan) sedang dikerjakan,” ujar Sakti Wahyu Trenggono menjawab pertanyaan wartawan sebelum mengikuti rapat.
Ferry Juliantono, yang tiba setelah Mentan dan Wamentan, juga membenarkan bahwa agenda rapat terbatas tersebut membahas soal pangan dan Kampung Nelayan. Swasembada pangan merupakan salah satu program utama Presiden Prabowo sejak memimpin pemerintahan pada 20 Oktober 2024. Sementara itu, Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) menjadi program prioritas yang diumumkan pemerintah pada 15 September 2025 bersamaan dengan empat program strategis lainnya.
Kelima program tersebut diyakini dapat membuka lapangan kerja baru, terutama bagi masyarakat pesisir, sekaligus membantu meningkatkan kesejahteraan rakyat. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan bahwa Kampung Nelayan Merah Putih akan dibangun di 100 desa pada tahap awal. “Tahun ini targetnya 100 desa, diharapkan bisa menyerap 8.645 tenaga kerja. Jangka panjang 4.000 titik kampung nelayan bisa menciptakan 200.000 pekerja,” kata Airlangga.
Selain KNMP, program lain yang juga diarahkan untuk menyerap tenaga kerja meliputi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, perkebunan rakyat, revitalisasi tambak-tambak di pantura, dan modernisasi kapal nelayan. Kelima program tersebut ditargetkan mampu menyerap lebih dari tiga juta pekerja secara keseluruhan. (kom)