Naradaily-Pimpinan DPR bersama Komisi I DPR RI menggelar rapat dengan Badan Intelijen Nasional (BIN) dan sejumlah lembaga intelijen lainnya di kompleks parlemen, Jakarta, Rabu, untuk membahas langkah-langkah pencegahan agar kerusuhan Agustus 2025 tidak kembali terjadi. Rapat tersebut merupakan agenda Tim Pengawas Intelijen DPR RI dan berlangsung secara tertutup.

Pertemuan itu dihadiri oleh Wakil Ketua Komisi I DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, pimpinan Komisi I, serta sejumlah anggota tim pengawas. “Hasilnya perbaikan ini lah, supaya keadaan Agustus tidak terulang lagi gitu aja,” kata Ketua Komisi I DPR RI Utut Adianto usai rapat.

Utut menjelaskan bahwa seluruh pimpinan lembaga intelijen turut hadir, mulai dari Kepala BIN, Kepala Badan Intelijen Strategis (Bais) TNI, Kepala Badan Intelijen dan Keamanan Polri, hingga para Sekretaris Utama lembaga-lembaga terkait. Rapat tersebut dipimpin oleh Dasco yang membidangi urusan politik dan keamanan di DPR.

Menurut Utut, banyak masukan disampaikan terkait urusan intelijen, meski ia tidak menjabarkan detail isi rapat mengingat sifat pertemuan yang tertutup. Tidak ada pewarta yang diperkenankan masuk sehingga detail pembahasan tidak dipublikasikan.

Tim Pengawas Intelijen DPR RI sendiri telah dibentuk pada Desember 2024. Saat itu, Ketua DPR Puan Maharani menyatakan bahwa keberadaan tim ini diperlukan untuk membantu tugas para anggota dewan dalam mengawasi kinerja intelijen negara agar tidak melenceng dari tugas pokok dan fungsinya. Pembentukan tim tersebut merupakan tindak lanjut dari Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2011 tentang Intelijen Negara. Total terdapat 13 anggota yang dilantik, dengan lima orang di antaranya menjadi pimpinan. (kom)