Naradaily-Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mendorong para peserta magang untuk terus mengembangkan keterampilan nonteknis (soft skill) serta memperluas jejaring (networking). Dorongan ini ia sampaikan saat meninjau Kantor PT Telkom Indonesia Persero Tbk di Jakarta.

“Selama magang ini kami berharap inisiatif yang tinggi. Terus semangat. Dan yang paling penting bangun networking. Networking itu adalah modal. Kemudian tentu harus jaga nama baik almamater dan diri sendiri,” ujar Airlangga, dikutip Rabu (3/12/2025).

Ia juga menegaskan pentingnya peran mentor perusahaan dalam memberikan bimbingan. “Kepada pimpinan dan para mentor, berikan kesempatan dan bimbingan terbaik agar bisa meningkatkan soft skill, serta melibatkan peserta magang dalam proyek nyata dan berdampak,” katanya.

Pemerintah diketahui telah menjalankan Program Pemagangan Nasional hingga batch 2, sementara batch 3 akan dimulai pada 16 Desember 2025. Program ini dirancang untuk menjembatani lulusan baru perguruan tinggi agar memiliki keterampilan dan pengalaman kerja relevan sebelum masuk ke pasar kerja sepenuhnya. Program pemagangan juga menjadi investasi strategis perusahaan dalam pengembangan talenta sekaligus sarana seleksi awal dalam perekrutan tenaga kerja.

Airlangga turut menyoroti meningkatnya kebutuhan talenta digital, khususnya di bidang Akal Imitasi (Artificial Intelligence/AI), yang dinilai penting bagi pertumbuhan ekonomi nasional. Ia menegaskan bahwa sektor digital memiliki potensi pertumbuhan eksponensial dan berperan besar dalam upaya mencapai target pertumbuhan ekonomi 8 persen.

Pemerintah juga tengah menyiapkan Digital Economic Framework Agreement bersama ASEAN untuk mendorong kawasan menjadi kekuatan ekonomi digital senilai 2 triliun dolar AS pada tahun 2030. Di tengah peluang tersebut, Airlangga mengajak generasi muda untuk mengisi kebutuhan talenta digital dalam negeri.

“Sektor AI membutuhkan banyak tenaga kerja. AI bagi Indonesia potensinya besar di berbagai sektor… Jadi saya minta Telkom untuk mengejar ini. Karena AI ini kan kita butuh data. There is no AI without data. Dan data collection itu adalah labor intensive,” jelasnya.

Dalam kunjungan tersebut, Menko Airlangga berdialog langsung dengan para peserta magang serta mentor melalui sesi tatap muka dan mini townhall. TelkomGroup sebagai salah satu perusahaan peserta program telah mengakomodir 632 peserta magang dari berbagai universitas di Indonesia pada batch 1 dan 2.

Airlangga juga melakukan dialog interaktif baik secara luring maupun daring untuk menggali pandangan para talenta muda tentang peluang karier mereka di masa depan. (kom)