Naradaily-Polres Metro Jakarta Pusat menurunkan 1.392 personel gabungan untuk mengamankan aksi demonstrasi buruh yang tergabung dalam Pengurus Daerah Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) DKI dan sejumlah elemen masyarakat pada Senin. Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Polisi Susatyo Purnomo Condro memastikan seluruh personel siap memberikan pelayanan terbaik dengan menjunjung profesionalisme dan sikap persuasif.
Untuk mengawal aksi yang dipusatkan di kawasan Monas, Polres Jakarta Pusat melibatkan personel dari Polda, Polres, dan Polsek. Para petugas ditempatkan di sejumlah titik strategis guna mengantisipasi potensi gangguan keamanan serta kemacetan lalu lintas di sekitar lokasi.
Susatyo menegaskan pentingnya penyampaian pendapat secara tertib dan sesuai aturan. Ia mengimbau massa aksi untuk tidak merusak fasilitas umum, tidak membakar ban bekas, tidak melakukan tindakan anarkis, dan tidak melawan petugas. Seluruh personel pengamanan juga dipastikan tidak dibekali senjata api dan diminta mengedepankan pendekatan humanis selama bertugas.
Polisi turut mengimbau masyarakat serta pengguna jalan untuk menghindari kawasan Monas demi menghindari kepadatan lalu lintas. Rekayasa arus kendaraan akan diterapkan secara situasional apabila terjadi lonjakan massa atau gangguan keamanan.
Aksi buruh ini digelar sebagai respons atas keputusan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menetapkan Upah Minimum Provinsi (UMP) 2026 sebesar Rp5,73 juta. Para buruh menilai keputusan tersebut belum memenuhi harapan mereka dan meminta kenaikan UMP minimal setara tahun sebelumnya, yaitu 6,5 persen. Mereka berharap UMP DKI pada 2026 mencapai Rp5,89 juta.
Sebanyak 20 ribu buruh dari KSPI dan Federasi Serikat Pekerja (FSP) ASPEK Indonesia dijadwalkan menggelar aksi demonstrasi pada 29–30 Desember 2025. Aksi akan dipusatkan di dua lokasi, yakni Istana Negara di Jakarta dan Gedung Sate di Bandung, sebagai tindak lanjut atas penetapan UMP dan Upah Minimum Sektor Provinsi (UMSP) 2026 di Jakarta dan Jawa Barat. (kom)