Naradaily-Presiden RI Prabowo Subianto menceritakan pengalaman Presiden Singapura Tharman Shanmugaratnam yang mengagumi kebaikan dan keramahan rakyat Indonesia, terutama sikap menerima tamu dengan penuh kehangatan meski hidup dalam keterbatasan ekonomi. Kisah tersebut disampaikan Prabowo saat memberikan taklimat dalam Rapat Kerja Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah 2026 di Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2/2026).
“Bangsa kita baik, genetika kita baik, kita suka dengan tamu. Benar? Suka dengan tamu. Semua suku kalau kedatangan tamu diterima dengan baik. Walaupun rakyat kita miskin, tamu datang diterima dengan baik. Kalau hanya bisa kasih nasi pakai garam, itu dikasih. Presiden Singapura yang sekarang pernah cerita sama saya waktu dia masa muda,” kata Prabowo mengawali ceritanya.
Prabowo menuturkan, Presiden Tharman mengenang pengalamannya semasa muda ketika melakukan perjalanan backpacker bersama istrinya di Sulawesi Selatan. Dalam perjalanan tersebut, mereka sempat tersesat di tengah sawah saat hujan badai sebelum akhirnya ditolong oleh seorang anak kecil yang membawa mereka ke rumah orang tuanya di sebuah permukiman kecil.
Di rumah itu, kata Prabowo, keluarga tuan rumah yang hidup dalam kondisi sangat sederhana tetap menerima Tharman dan istrinya dengan penuh keramahan. Meski hanya memiliki nasi dengan lauk pisang, hidangan tersebut justru lebih dulu disajikan kepada para tamu.
“Diajak ke dalam, ketemu orang tuanya. Ternyata, ini Presiden Singapura, cerita sama saya. Saya tidak bisa lupa rakyatmu. Kami diajak duduk,” ucap Prabowo.
“Mereka sangat-sangat miskin. Kami lihat, dia hanya makan nasi sama lauknya pisang. Bapak, ibu, dua anak, dua tamu. Satu, apa itu? Satu pampang beras, nasi, dengan pisang. Itu dibagi ke tamu dulu. Ini sifat bangsa kita,” imbuhnya.
Kepala Negara menilai kisah tersebut mencerminkan karakter bangsa Indonesia yang terbuka, ramah, dan menjunjung tinggi nilai kemanusiaan. Menurut Prabowo, sikap serupa juga ia alami sendiri ketika bertugas sebagai perwira muda, di mana masyarakat di berbagai daerah kerap memberi sesuatu yang sebenarnya tidak mudah bagi mereka untuk dibagikan.
“Ini cerita Presiden Singapura 30 tahun yang lalu. Sekarang, rakyat kita masih banyak yang hanya makan nasi. Mungkin dengan daun singkong, mungkin hanya dengan garam,” kata Presiden Prabowo. (kom)