Naradaily-Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan Presiden Prabowo Subianto membahas rencana pembangunan perkampungan haji Indonesia serta pengembangan Lembaga Pemberdayaan Dana Umat (LPDU) saat bertemu pimpinan organisasi kemasyarakatan Islam dan sejumlah kiai di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa. Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat komunikasi antara pemerintah dan tokoh-tokoh agama.

“Bapak Presiden memberikan penjelasan dan informasi tentang perkampungan haji. Perkampungan haji, perlu saya sampaikan bahwa ini keakraban Presiden kita dengan MBS (Mohammed bin Salman), sehingga kita negara yang pertama diberikan kesempatan untuk membeli properti yang ada di Kota Makkah dan Madinah. Tidak ada satu negara pun yang mendapatkan hal seperti ini selain Indonesia,” kata Nasaruddin usai pertemuan.

Menag menuturkan Indonesia telah mendapatkan lahan sekitar 60 hektare untuk pembangunan Kampung Haji Indonesia. Lokasinya berada di kawasan yang berjarak sekitar satu hingga tiga kilometer dari Ka’bah, sehingga diharapkan dapat memudahkan jamaah haji dan umrah asal Indonesia dalam menjalankan ibadah.

“Nanti akan ada terowongan yang menghubungkan Masjidil Haram dengan perkampungan Indonesia itu,” ucap Menag, menjelaskan rencana pengembangan kawasan tersebut yang juga mencakup akses penghubung langsung menuju Masjidil Haram.

Selain perkampungan haji, Presiden Prabowo juga membahas pengembangan Lembaga Pemberdayaan Dana Umat (LPDU). Nasaruddin menyampaikan, pengembangan lembaga tersebut diarahkan pada pengelolaan dana umat yang lebih efektif dan efisien melalui penerapan manajemen profesional.

“Sehingga dengan demikian efisiensi efektif akan kita himpun dana-dana umat itu sendiri untuk mereka sendiri ya. Saya kira itu yang paling penting tadi,” kata Nasaruddin.

Ia menambahkan, pertemuan ini merupakan pertemuan ketiga Presiden Prabowo dengan organisasi-organisasi keagamaan. Menurutnya, Kepala Negara tampak terbuka dan aktif berdiskusi dengan para pimpinan ormas keagamaan yang hadir, sejalan dengan rencana pemerintah untuk terus memperkuat komunikasi dan kolaborasi dengan tokoh-tokoh agama ke depan.

Dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo mengundang sekitar 40 hingga 50 tokoh dan perwakilan ormas Islam. Sejumlah tokoh yang hadir antara lain Wakil Presiden ke-13 Ma’ruf Amin, Ketua MUI Pusat Anwar Iskandar, Wakil Ketua Umum MUI Cholil Nafis, Sekjen PBNU Saifullah Yusuf yang hadir bersama Ketua Umum Dewan Pembina PP Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa, serta Jusuf Hamka yang dikenal dengan nama Babah Alun.

Selain itu, tampak pula Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir, Ketua Wahdah Islamiyah Muhammad Zaitun Rasmin, Presiden Syarikat Islam Hamdan Zoelva, dan Sekjen MUI Pusat Amirsyah Tambunan. Pertemuan ini diharapkan menjadi fondasi kuat dalam mempererat sinergi antara pemerintah dan ormas Islam untuk kepentingan umat dan bangsa. (kom)