Naradaily-Sejumlah warga Panawuan, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut berbondong-bondong menyaksikan tradisi “Ngapungkeun Balon” atau penerbangan balon raksasa untuk memeriahkan Hari Raya Lebaran, Jumat. Tradisi ini menjadi momen berkumpul sekaligus ajang silaturahmi masyarakat setempat.
Salah satu penggerak tradisi tersebut, Atep, mengatakan masyarakat selalu antusias menyaksikan proses penerbangan balon raksasa yang digelar di lapangan terbuka. “Tradisi ini digelar setiap Lebaran sebagai ajang hiburan dan silaturahmi antar masyarakat,” kata Atep.
Ia menuturkan, tradisi menerbangkan balon ini sudah berlangsung sejak tahun 1960-an dan hingga kini tetap dilestarikan oleh masyarakat Panawuan, Kelurahan Sukajaya, Kecamatan Tarogong Kidul. Kegiatan ini tidak hanya digelar di satu titik, tetapi tersebar di beberapa lokasi dalam satu kelurahan, dengan berbagai ukuran balon yang diterbangkan oleh warga.
Salah satu lokasi yang menjadi pusat kegiatan adalah halaman SDN Sukajaya, di mana terdapat empat balon raksasa dengan diameter mencapai 20 meter dan panjang sekitar 10 meter. Ukuran ini lebih besar dibandingkan tahun sebelumnya yang memiliki panjang sekitar 9 meter dan diameter 16 meter.
“Jadi, bukan di sini saja, di tempat lain juga ada, kalau tahun kemarin itu sampai 20 balon, sekarang diperkirakan bisa lebih banyak, karena selain ada yang Lebaran sekarang, besok juga ada yang Lebaran,” katanya.
Atep menjelaskan, balon raksasa yang dibuat dari kertas warna-warni ini memiliki nilai penting bagi masyarakat, terutama sebagai pusat berkumpul setelah melaksanakan Salat Idul Fitri. Masyarakat memanfaatkan momen tersebut untuk berinteraksi, bersalaman, serta saling memaafkan di hari kemenangan. “Nilainya sebagai ajang silaturahmi masyarakat berkumpul di sini, sekaligus menjadi hiburan,” katanya.
Salah seorang warga, Syakira Salwa (17), mengaku senang dengan tradisi tersebut karena dapat menikmati suasana Lebaran bersama keluarga dan warga lainnya. “Balonnya juga berbeda-beda ukuran dan warna, banyak, seru, bareng saudara-saudara di sini,” katanya. (kom)