Naradaily-Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS kembali melemah pada perdagangan Selasa pagi di tengah meredupnya harapan perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran serta masih tingginya harga minyak dunia.

Berdasarkan data perdagangan, rupiah turun 69 poin atau 0,40 persen menjadi Rp17.483 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp17.414 per dolar AS.

Analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan pelemahan rupiah dipengaruhi meningkatnya ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah.

“Rupiah diperkirakan akan masih berpotensi melemah terhadap dolar AS di tengah meredupnya harapan damai AS-Iran serta harga minyak mentah dunia yang masih tinggi,” katanya kepada ANTARA di Jakarta, Selasa (12/5/2026).

Mengutip laporan Xinhua, Iran telah mengajukan draf proposal kepada Amerika Serikat untuk menghentikan konflik di seluruh lini, memberikan jaminan tidak ada lagi agresi terhadap Iran, serta mencabut sanksi dan blokade angkatan laut dari AS.

Proposal tersebut juga mencakup permintaan tenggat waktu 30 hari untuk pencabutan sanksi terhadap penjualan minyak Iran dan pelepasan aset Iran yang selama ini dibekukan.

Namun sebelumnya, Iran menolak proposal perdamaian dari AS karena dinilai berarti menerima tuntutan berlebihan dari Washington, sebagaimana dilaporkan Sputnik.

Presiden AS Donald Trump juga menyebut respons Iran terhadap proposal penghentian konflik tersebut sangat tidak dapat diterima.

Dari sentimen domestik, investor saat ini menantikan rilis data penjualan ritel Indonesia periode Maret 2026 yang dijadwalkan diumumkan siang ini.

“Penjualan ritel diperkirakan sedikit lebih tinggi, yakni 6,8 persen dibandingkan Februari sebesar 6,5 persen,” ujar Lukman.

Selain itu, pengumuman dari Morgan Stanley Capital International diperkirakan belum mampu memberikan sentimen positif bagi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan berpotensi menekan pergerakan rupiah.

“Akan ada saham-saham yang didepak, dan beberapa saham kapitalisasi besar yang di-downgrade,” katanya.

Dengan mempertimbangkan berbagai faktor tersebut, rupiah diproyeksikan bergerak di kisaran Rp17.350 hingga Rp17.500 per dolar AS. (kom)