Naradaily-Wakil Menteri Dalam Negeri RI Ribka Haluk berharap setiap persoalan yang terjadi di wilayah Papua Pegunungan dapat diselesaikan dengan cara damai dan melibatkan tokoh masyarakat setempat.

“Kalau ada masalah supaya diselesaikan dengan baik-baik, tidak perlu dibawa ke pemerintah tetapi penyelesaiannya dapat melibatkan tokoh gereja dan adat,” katanya dalam keterangan di Wamena, Minggu (24/5/2026).

Menurut Ribka, penyelesaian persoalan di tingkat keluarga, kampung, maupun desa sebaiknya dilakukan secara berjenjang dengan melibatkan tokoh agama dan tokoh adat di daerah tersebut.

“Kalau ada masalah di dalam keluarga supaya segera diselesaikan, kalau tidak bisa dibawa ke kampung, kalau tidak bisa lanjutkan ke kelurahan supaya penanganannya dapat terarah dengan baik,” katanya.

Ia menjelaskan masyarakat di wilayah Papua Pegunungan telah menerima Injil sebagai jalan kebenaran. Karena itu, konflik yang berujung perang suku diharapkan tidak lagi terjadi di masa mendatang.

“Masyarakat di Papeg sudah menerima Injil sehingga ke depan setiap ada masalah supaya dapat diselesaikan dengan baik dan tidak perlu lagi perang suku seperti saat ini telah terjadi,” katanya.

Ribka juga mengajak seluruh tokoh intelektual di Papua Pegunungan untuk menjaga persatuan dan tidak terpecah belah agar dapat bersama-sama membangun daerah di bawah kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Pegunungan, John Tabo dan Ones Pahabol.

“Kami minta seluruh tokoh intelektual supaya bersatu, seluruh masyarakat asli Papeg adalah keluarga besar sehingga persatuan dan kesatuan itu harus dijaga dengan baik supaya dapat membantu pemerintah mempercepat pembangunan di daerah ini,” ujarnya.

Wamendagri RI Ribka Haluk menghadiri prosesi perdamaian konflik suku di Wamena yang digelar secara adat di Mapolres Jayawijaya. (kom)