Naradaily-Komoditas bumbu dapur di pasar-pasar di Jakarta mengalami kenaikan, utamanya bawang putih. Pemprov DKI Jakarta mengintervensi harga pangan dengan operasi pasar dan penguatan distribusi setelah sejumlah komoditas bumbu dapur mengalami kenaikan di sejumlah pasar.
Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah (PPKUKM) DKI Jakarta Elisabeth Ratu Rante Allo mengatakan, kenaikan tertinggi terjadi pada komoditas bawang putih. Berdasarkan data pemantauan harga pangan di lima wilayah administrasi Jakarta per 14 Juni 2026, harga bawang putih naik 12,9 persen atau Rp4.949 per kilogram, dari Rp38.371 menjadi Rp43.320 per kilogram.
“Kenaikan harga bawang putih ini menjadi yang tertinggi di antara seluruh komoditas bahan dapur yang dipantau,” kata Ratu dalam keterangannya pada Rabu (17/6/2026). Selain bawang putih, harga cabai merah besar naik 3,2 persen dari Rp67.250 menjadi Rp69.400 per kilogram.
Harga cabai rawit merah juga meningkat dari Rp79.000 menjadi Rp80.300 per kilogram atau naik 1,65 persen. “Sementara itu, cabai rawit hijau naik Rp634 per kilogram atau 1,03 persen, menjadi Rp61.917 per kilogram,” ujar Ratu.
Meski demikian, tidak seluruh komoditas mengalami kenaikan harga. Dinas PPKUKM mencatat, harga cabai merah keriting turun Rp605 per kilogram atau 1,07 persen menjadi Rp55.850 per kilogram.
Cabai rawit hijau besar turun Rp5.000 per kilogram atau 11,43 persen menjadi Rp38.750 per kilogram. Diketahui, harga bawang merah relatif stabil dengan penurunan tipis sebesar Rp154 per kilogram atau 0,26 persen menjadi Rp58.117 per kilogram.
Untuk menekan gejolak harga, Pemprov DKI melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) akan melakukan operasi pasar pada komoditas yang mengalami kenaikan signifikan serta memperkuat distribusi pangan ke pasar rakyat. “Kami akan memperkuat koordinasi melalui TPID untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pasokan. Intervensi akan dilakukan melalui operasi pasar serta penguatan distribusi komoditas ke pasar-pasar rakyat agar pasokan tetap lancar dan harga dapat segera terkendali,” jelas Ratu.
Menurut dia, Dinas PPKUKM juga akan berkoordinasi dengan Bulog, ID FOOD, Food Station Tjipinang Jaya, dan Perumda Pasar Jaya guna memastikan pasokan komoditas strategis tetap tersedia dengan harga terjangkau. Ratu memastikan stok pangan strategis di Jakarta masih mencukupi kebutuhan masyarakat.
“Kami memastikan stok pangan strategis di Jakarta masih dalam kondisi aman. Pemerintah akan terus hadir untuk menjaga keseimbangan pasokan dan keterjangkauan harga sehingga kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi,” tandasnya. (sic)