Naradaily-Kenaikan harga LPG nonsubsidi dikhawatirkan memicu warga beralih ke gas 3 kg. Kendati stok dinyatakan aman, risiko peralihan pengguna menjadi perhatian utama otoritas daerah.
Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) DKI Jakarta, Elisabeth Ratu Rante Allo, menyebut penyesuaian harga LPG ukuran 5,5 kilogram dan 12 kilogram tidak bisa dihindari karena mengikuti tekanan pasar global. “Kenaikan ini dipengaruhi harga kontrak LPG dunia, Indonesian Crude Price, serta dinamika geopolitik yang berdampak pada distribusi energi,” kata Ratu kepada wartawan, Rabu (22/4/2026).
Adapun harga LPG 12 kg kini menjadi Rp228 ribu per tabung dari sebelumnya Rp192 ribu. Sedangkan LPG 5,5 kg naik menjadi Rp107 ribu dari Rp90 ribu.
“Kenaikan masing-masing mendekati 19 persen,” tuturnya. Di tengah lonjakan harga tersebut, kata dia, Pemprov DKI memastikan pasokan tetap stabil.
Ratu menambahkan, distribusi berjalan normal di seluruh wilayah, termasuk Kepulauan Seribu. “Stok di agen dan pangkalan aman. Tidak ada gangguan distribusi,” akunya.
Kendati demikian, dia mengimbau masyarakat tidak melakukan pembelian berlebihan. Lebih lanjut, Ratu mengungkapkan, pemerintah daerah justru menyoroti dampak tidak langsung dari kenaikan itu.
Selisih harga yang makin lebar dikhawatirkan mendorong konsumen beralih ke LPG 3 kg yang disubsidi. “Kami akan memperketat pengawasan, terutama di sektor usaha non-UMKM seperti restoran dan hotel,” janjinya.
Ratu juga meminta aparatur sipil negara dan kelompok masyarakat mampu tetap menggunakan LPG nonsubsidi. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga ketepatan sasaran subsidi energi.
Dia juga menegaskan, pengawasan distribusi LPG 3 kg dilakukan hingga tingkat pangkalan. Mekanisme pembelian menggunakan KTP yang terdaftar dalam sistem Merchant Apps Pertamina tetap diberlakukan.
“Setiap transaksi tercatat untuk memastikan distribusi tepat sasaran,” ujar Ratu. Kendati harga LPG nonsubsidi naik, lanjutnya, Pemprov DKI menilai dampaknya terhadap inflasi relatif terbatas.
Alasannya, harga LPG 3 kg sebagai kebutuhan utama masyarakat tidak berubah. “Selama LPG subsidi stabil, tekanan inflasi bisa dikendalikan,” yakinnya. (sic)