Naradaily-Pemerintah Provinsi DKI Jakarta resmi memulai pembongkaran tiang-tiang monorel yang mangkrak di sepanjang Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, pada Rabu. Langkah ini menjadi bagian dari upaya penataan kawasan sekaligus mengatasi persoalan lama infrastruktur yang terbengkalai.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo mengatakan proses pembongkaran tersebut melalui tahapan panjang dan mendapat dukungan penuh dari berbagai pihak. “Tentunya untuk melakukan ini, prosesnya panjang, dan secara khusus, saya berterima kasih kepada Kajati DKI Jakarta yang telah memberikan dukungan sepenuhnya untuk melakukan penataan Jalan Rasuna Said ini dan juga KPK,” kata Pramono di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Rabu (14/1/2026).
Sebelum pembongkaran dimulai, Pramono mengaku telah menemui Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta dan Komisi Pemberantasan Korupsi untuk memastikan rencana tersebut aman dilaksanakan dan tidak menimbulkan persoalan hukum di kemudian hari. Ia menyebutkan anggaran pembongkaran tiang monorel tersebut diperkirakan mencapai Rp254 juta.
Selain membongkar tiang monorel yang mangkrak, Pemprov DKI Jakarta juga merencanakan penataan kawasan Jalan HR Rasuna Said yang mencakup pembangunan taman, pedestrian, dan perbaikan selokan. Penataan kawasan ini diproyeksikan menelan anggaran sekitar Rp102 miliar.
“Ada 109 tiang monorel sampai dengan ujung Jalan Rasuna Said. Semuanya akan ditata rapi, dan saya meyakini ini akan membuat Jalan Rasuna Said menjadi jalan yang semakin baik dan mudah-mudahan kemacetan juga akan berkurang,” ungkap Pramono.
Ia menjelaskan proses pembongkaran akan dilakukan pada malam hari agar tidak mengganggu arus lalu lintas. Pemprov DKI juga memastikan tidak akan melakukan penutupan jalan selama pekerjaan berlangsung. “Mudah-mudahan, saya sudah minta kepada Dinas Bina Marga dan Dinas Perhubungan untuk pengaturan lalu lintas tetap dijaga supaya tidak macet di tempat ini karena ini adalah jalur utama kita,” tuturnya.
Pembongkaran tiang monorel yang mangkrak tersebut diharapkan dapat menjadi solusi atas kemacetan di ruas Jalan HR Rasuna Said. Pramono juga berharap kawasan tersebut nantinya menjadi lebih indah, tertata, dan nyaman bagi masyarakat. (kom)