Naradaily-Gubernur Jakarta Pramono Anung memastikan pembongkaran tiang monorel mangkrak di ruas Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, akan mulai dilakukan pada Januari 2026. Pembongkaran ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta menata ulang infrastruktur kota yang terbengkalai selama bertahun-tahun.

Pramono menyebut, proses pembongkaran direncanakan dimulai pada pekan ketiga Januari 2026. Hal tersebut disampaikannya saat menjawab pertanyaan awak media terkait kelanjutan proyek monorel yang lama mangkrak.

“Minggu ketiga kita mulai,” ungkap Pramono di sela kegiatan di Lippo Mall Kemang, Jakarta, dikutip Selasa (6/1/2026). Pembongkaran tiang beton berukuran besar tersebut rencananya akan dilakukan langsung oleh Pemprov Jakarta.

Langkah ini diambil menyusul belum adanya kepastian dari pihak pemilik tiang monorel untuk melakukan pembongkaran secara mandiri. Ia juga menegaskan, Pemprov Jakarta telah menerbitkan surat perintah pembongkaran kepada pemilik tiang monorel dengan batas waktu maksimal satu bulan.

Jika hingga tenggat waktu tersebut tidak ada tindakan, pemerintah daerah akan turun tangan langsung. “Kami sudah mengeluarkan surat, sudah kita kasih batas waktu 1 bulan. Kalau tidak bisa mereka melakukan, kami akan melakukan sendiri,” tegasnya.

Namun demikian, ia belum membeberkan secara terperinci besaran anggaran yang akan dialokasikan untuk proses pembongkaran tiang monorel tersebut. Ia menyebut, aspek teknis dan pembiayaan menjadi kewenangan dinas terkait.

“Nanti tanyakan kepada Dinas Bina Marga,” ujarnya singkat. Ia menyakini, pelebaran jalan tersebut nantinya diprediksi bisa menurunkan kemacetan di Rasuna Said sampai 18 persen.

“Kalau itu bisa dilakukan, berdasarkan hasil kajian, analisa, survei, dan juga perhitungan dari Dinas Perhubungan, maka kemacetan di Rasuna Said akan turun antara 14 sampai dengan 18 persen,” yakinnya.

Meski demikian, Politisi PDI-P itu tak merincikan jumlah pasti anggaran yang disiapkan untuk pelebaran jalan tersebut. “Dananya APBD. (Besarannya) nanti, pokoknya anggarannya sudah ada,” tandasnya.

Sebagai informasi, tiang monorel yang akan dibongkar berada di sepanjang Jalan HR Rasuna Said, salah satu kawasan bisnis utama di Jakarta Selatan. Tiang-tiang tersebut merupakan bagian dari proyek monorel Jakarta yang mangkrak dan diketahui dimiliki oleh PT Adhi Karya Tbk (ADHI).

Keberadaan tiang monorel ini selama bertahun-tahun menuai sorotan publik karena dinilai mengganggu estetika kota, keselamatan pengguna jalan, serta tidak memberikan manfaat bagi masyarakat. Pembongkaran ini sekaligus diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan dan kelancaran lalu lintas di kawasan Kuningan.

Langkah tegas Pemprov Jakarta ini merupakan tindak lanjut dari wacana penertiban infrastruktur mangkrak yang telah dibahas sejak Desember 2025. Pemerintah daerah berkomitmen menata kembali wajah Jakarta sebagai kota global yang tertib, aman, dan berkelanjutan. (sic)