Naradaily-Kebakaran lahan kembali terjadi di kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP), Jawa Barat. Puluhan personel gabungan diterjunkan untuk proses pemadaman api. Relawan Basecamp Gunung Gede Pangrango, Hermansyah, mengatakan terdapat sepuluh titik api baru di sekitar area Kawah Wadon di kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango.
Selain medan yang terjal, Hermansyah menilai, sedikitnya sumber air sekitar lokasi menjadi kendala utama dalam proses pemadaman. “(Api) kembali berkobar, kami juga mendeteksi sedikitnya ada 10 titik api baru. Personel gabungan masih berupaya melakukan penanganan dengan alat seadanya,” kata Hermansyah, Senin (10/8/2026).
Hermansyah menjelaskan, rencananya proses pemadaman akan dilakukan dengan air yang diangkut secara estafet oleh personel gabungan hingga mendekati area kebakaran. “Terdapat sekitar 40 personel gabungan yang sejak hari kemarin hingga saat ini stay di sekitar lokasi kebakaran, untuk mencegah meluasnya titik api,” jelasnya.
Ia menambahkan, personel gabungan juga membuat parit untuk menyekat titik api agar tidak terus meluas. “Berbagai upaya, dilakukan agar api dapat segera padam dan tidak terus meluas. Kondisi personel juga sudah lelah, sehingga dibutuhkan tambahan personel segera dengan melengkapi alat pemadam api ringan (APAR),” ujarnya.
Sementara itu, humas Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, Agus Deni, mengungkapkan, dugaan sementara kebakaran lahan di kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango akibat faktor alam. “Faktor alam, bisa saja karena gesekan ranting atau daun kering serta kondisi cuaca panas akibat kemarau,” ujar Agus.
Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, menurunkan 25 orang petugas dan relawan guna membantu memadamkan api yang membakar sekitar 1 hektar lahan di kawasan Gunung Gede bersama petugas gabungan dari berbagai unsur. Koordinator Lapangan BPBD Cianjur Herman menjelaskan, puluhan petugas dan relawan diturunkan ke titik kebakaran yang terjadi di area Kawah Wadon Gunung Gede dan dua orang disiagakan di posko tim gabungan di Kawasan Cibodas.
Petugas yang diturunkan akan bergabung dengan puluhan personel lain dari TNI/Polri, relawan pencinta alam, pemadam kebakaran dan unsur lainnya yang terlibat dalam pemadaman api yang membakar lahan di kawasan Gunung Gede. “Petugas yang diturunkan sudah memiliki pengalaman yang cukup dan keahlian dalam menangani situasi darurat dengan kondisi fisik mumpuni karena perjalanan menuju lokasi sekitar 9 kilometer dengan medan yang membutuhkan kondisi fisik prima,” yakinnya.
Personel BPBD Cianjur yang ikut melalukan penanganan kebakaran di Gunung Gede dibekali berbagai peralatan seperti cangkul, golok, logistik, alat manual pemadaman api, dan plastik untuk membawa air. Hingga saat ini puluhan petugas gabungan dari Polri/TNI, Relawan, Damkar, dan pihak lainnya masih terus melakukan penanganan, namun pihaknya belum mendapat laporan pasti berapa luas lahan yang terbakar karena tidak ada sinyal ponsel selama berada di puncak gunung.
“Kami masih menunggu laporan dari petugas yang berangkat, untuk informasi sementara kebakaran melanda lahan seluas 1 hektar di sekitaran kawah,” katanya. Sebatas informasi, api kembali membakar kawasan Gunung Gede tepatnya di sekitar kawah, dimana penyebab masih dalam penyelidikan.
Bahkan sebelumnya sekitar 3 hektar lahan di kawasan Alun-alun Suryakancana Gunung Gede juga mengalami hal yang sama. Api berhasil dipadamkan setelah 115 orang petugas gabungan dan relawan diturunkan, sehingga kebakaran tidak sampai meluas ke tanaman bunga abadi, dimana penyebab kebakaran di alun-alun yang biasa digunakan untuk berkemah akibat kompor pendaki yang meledak. (sic)