Naradaily-Polda Banten memastikan, barang yang ditemukan Tim SAR Gabungan pada pencarian hari ke-5 bukan milik rombongan jurnalis yang hilang kontak di perairan Gunung Anak Krakatau atau Selat Sunda, Pandeglang, Banten. Kabid Humas Polda Banten, Kombes Pol Maruli Ahiles Hutapea menyampaikan, kepastian barang helm, dua pelampung, jerigen bukan milik rombongan jurnalis, setelah dilakukan analisa oleh petugas dicocok data manifest barang bukti.
“Setelah dilakukan pemeriksaan dan konfirmasi dari pemilik kapal KM Arupadhatu 1, dua life jacket berwarna orange bertuliskan MILLES.II dinyatakan bukan milik kapal. Karena life jacket yang tersedia di kapal berwarna merah, kuning dan ungu serta tidak memiliki tulisan MILLES.II,” kata Maruli dalam keterangannya, Senin (14/9/2026).
Selain itu, Maruli juga menjelaskan untuk jerigen berwarna biru yang ditemukan, diyakini berisi minyak sayur dan bukan bahan bakar Pertamax yang digunakan KM Arupadhatu 1. “Terdapat perbedaan fisik antara jeriken temuan dengan jerigen milik kapal. Jerigen milik KM Arupadhatu 1 berwarna biru pudar, berkapasitas 30 liter, berbentuk pendek, memiliki tutup berwarna putih dan polos tanpa penanda,” ucapnya.
“Sedangkan jerigen yang ditemukan berwarna biru tua, berkapasitas 35 liter, berbentuk panjang, memiliki tutup berwarna hitam dan terdapat tulisan pada bagian jerigen,” sambungnya. Kemudian, satu buah helm plastik berwarna merah telah dipastikan bukan milik KM Arupadhatu 1.
Karena, kapal yang ditumpangi rombongan jurnalis tidak memiliki maupun menyediakan helm jenis tersebut. Atas fakta yang sejauh ini berhasil dikumpulkan petugas, Maruli berharap masyarakat agar tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.
“Setiap perkembangan terkait proses pencarian dan pemeriksaan akan disampaikan melalui sumber informasi resmi,” jelasnya. Sedangkan untuk hasil pencarian hari ke-6 atau Minggu (13/9/2026), tim kembali menemukan barang-barang berupa sebuah galon, dua buah terpal, dan tiga life jacket atau pelampung.
Seluruh barang saat ini telah dibawa ke Posko Pencarian Carita, Pandeglang, Banten untuk proses analisis lebih lanjut. Perlu diketahui untuk rombongan jurnalis terdiri dari lima orang melakukan perjalanan menggunakan kapal speedboat untuk melangsungkan peliputan ke area Gunung Anak Krakatau pada pukul 14.00 WIB Senin (7/9/2026).
Dengan waktu estimasi dua jam, namun pada pukul 14.42 WIB, mengalami lost contact di antara Carita dan Gunung Anak Krakatau. Kemudian pada pukul 18.13 WIB terpantau sudah di sekitaran Anak Gunung Krakatau.
Namun kembali hilang kontak, sampai akhirnya pada pukul 13.55 WIB Selasa (8/9/2026) proses operasi SAR untuk hari pertama digelar. Sejauh ini proses pencarian telah berjalan selama tiga hari dengan hasil belum menemukan keberadaan rombongan.
Adapun identitas korban yang hilang kontak dalam kapal tersebut yakni Warta (55) selaku Kapten Kapal, Surakman (60) selaku anak buah kapal (ABK), Heriyanto (49) selaku guide, M. Bagus Khoirunnas (Jurnalis Antara), Arie Basuki (Jurnalis Merdeka), Yudistiro Pranoto (Jurnalis Inews), Anadolu Firdaus Wajidi (Jurnalis Anadolu), dan Donal Husni (Freelance). (sic)