Naradaily-KMP Virgo Transport 8 yang mengangkut ratusan penumpang karam di perairan Laut Jawa, Minggu (13/9/2026). Saat ini, proses pencarian dan evakuasi penumpang masih dilakukan tim SAR gabungan.
Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi menginstruksikan seluruh jajaran dan pihak terkait untuk memprioritaskan pada pencarian, evakuasi, serta pendataan penumpang KMP Virgo Transport 8. Kapal yang mengangkut ratusan penumpang itu.
“Prioritas kami saat ini adalah mencari dan menyelamatkan sebanyak mungkin penumpang beserta awak kapal KMP Virgo Transport 8,” kata Menhub kepada awak media, dikutip Senin (14/9/2026). Menhub menyampaikan duka cita mendalam atas tragedi kecelakaan KMP Virgo Transport 8.
Ia mendoakan korban yang meninggal dunia mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT. Ia juga berharap, korban selamat segera pulih dan dapat kembali menjalankan aktivitas seperti sedia kala setelah mendapatkan penanganan serta pertolongan dari seluruh pihak terkait.
“Atas nama Pemerintah, kami menyampaikan duka cita yang mendalam atas tragedi ini. Bagi korban yang meninggal dunia, semoga mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT, Kepada korban selamat, saya berharap dapat segera pulih dan bisa kembali beraktivitas seperti sedia kala,” ujar Menhub.
Ia menegaskan, penumpang yang telah ditemukan segera mendapatkan pertolongan semaksimal mungkin. Menhub menyebutkan, KMP Virgo Transport 8 yang dinakhodai Arief Yunianto bertolak dari Pelabuhan Surabaya dengan tujuan Pelabuhan Banjarmasin pada pukul 06.52 WITA, Sabtu (12/9/2026).
Berdasarkan data manifest, kapal tersebut mengangkut 243 orang. “Hingga sore kemarin, Basarnas berhasil mengevakuasi 107 korban selamat dan 6 korban meninggal dunia. Sebanyak 136 penumpang masih dalam proses pencarian,” terang Menhub.
Terkait penyebab kecelakaan, Menhub menyerahkan proses investigasi kepada Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). Menhub berharap, seluruh pihak bersabar dan memberikan kesempatan kepada KNKT untuk bekerja secara profesional, independen, dan berbasis fakta.
“Kami tidak ingin mendahului investigasi KNKT. Yang terpenting, semoga penyebab kecelakaan ini dapat diketahui secara jelas dan menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan keselamatan pelayaran di kemudian hari,” tutur Menhub.
Menhub mengapresiasi kinerja Basarnas, TNI/Polri, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, tenaga kesehatan, para operator kapal, serta seluruh unsur terkait yang telah bekerja sama dalam operasi kemanusiaan ini. Kementerian Perhubungan telah membuka Posko Terpadu di Pelabuhan Trisakti guna mempermudah koordinasi, penyelamatan, dan pendataan.
“Saya berharap, seluruh proses dapat berjalan dengan lancar dan bagi masyarakat yang merasa kehilangan keluarga, diharapkan segera melaporkan informasi tersebut kepada petugas posko,” kata Menhub.
Korpolairud Baharkam Polri memberangkatkan tiga Kapal Polisi untuk memperkuat operasi Search and Rescue (SAR) dalam penanganan insiden hilang kontak dan tenggelamnya KM Virgo Transport 8 di perairan Tanjung Selatan, Kalimantan Selatan, sekitar Pulau Masalembu.
Ketiganya yakni KP Laksmana-7012 yang berada dalam posisi BKO Kalsel dengan jarak sekitar 80 NM dan estimasi waktu tempuh tujuh jam, KP Ibis-6001 yang berada dalam posisi BKO Kalteng dengan jarak sekitar 103 NM dan estimasi waktu tempuh sembilan jam, serta KP Manyar-5003 yang berada dalam posisi BKO Surabaya dengan jarak sekitar 200 NM dan estimasi waktu tempuh 24 jam. Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko, menjelaskan bahwa ketiga Kapal Polisi tersebut telah melaksanakan persiapan bekal ulang dan langsung diberangkatkan untuk memperkuat pencarian serta evakuasi di lokasi.
Selain tiga Kapal Polisi, operasi SAR juga diperkuat KN Laksamana milik Basarnas, KNP 382 milik KSOP, KM Hai Da, KM Niki Mila Utama, TB TCP, TB Mauha IX, KM Cahaya Bahati Jaya, satu unit helikopter Polda Kalteng, serta satu unit helikopter Basarnas Surabaya. Basarnas sendiri mengerahkan 20 personel yang dipimpin Capt. Jahrudin. Sementara KSOP mengerahkan 10 personel yang telah diberangkatkan menuju lokasi menggunakan KNP 382 sejak pukul 07.00 WITA.
“Kekuatan SAR terus diperkuat. Tidak hanya tiga Kapal Polisi, tetapi juga terdapat kapal-kapal dari unsur lainnya, dukungan dua unit helikopter, personel Basarnas, KSOP, TNI AL, Polairud, serta tim pendukung lainnya. Seluruh kekuatan ini bergerak untuk memperluas area pencarian dan mempercepat proses evakuasi,” kata Trunoyudo.
Selain Polri, Operasi SAR di wilayah Kalimantan Selatan melibatkan Basarnas, TNI AL Lanal Banjarmasin, Polairud Polda Kalsel, KSOP Banjarmasin, SROP Navigasi, Pelindo, Kesehatan Pelabuhan, agen kapal, serta unsur terkait lainnya. Sejauh ini, Polres Pelabuhan Tanjung Perak juga mendirikan Posko Pelayanan dan Pengaduan di Pelabuhan Penumpang Gapura Surya Nusantara Tanjung Perak.
Posko tersebut diperkuat 10 personel Polres Pelabuhan Tanjung Perak, dua personel Tim Kesehatan, enam personel Biddokkes dan DVI Polda Jatim, serta dua personel BPBD Jatim. Sementara di Kalimantan Selatan, posko DVI terdiri atas Posko DVI Postmortem Polda Kalsel di RS Bhayangkara Banjarmasin, Posko DVI Postmortem di RSUD Ulin Banjarmasin, serta Posko DVI Antemortem Biddokkes Polda Kalsel di Pelabuhan Trisakti.
“Polri tidak hanya memperkuat pencarian dan evakuasi, tetapi juga menyiapkan seluruh dukungan yang diperlukan, termasuk DVI, kesehatan, posko pelayanan, dan jalur komunikasi bagi keluarga. Semua dilakukan untuk memastikan penanganan korban berjalan secara profesional, akurat, dan manusiawi,” jelasnya.
Hingga perkembangan terakhir, 113 orang dari total 243 orang yang berada di KMP Virgo Transport 8 telah dievakuasi. Sebanyak 107 orang ditemukan selamat, satu orang mengalami luka berat, dan enam orang meninggal dunia.
Kapal Virgo Transport 8 sebelumnya berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin. Kapal dilaporkan menghadapi cuaca buruk sebelum akhirnya hilang kontak sekitar pukul 02.00 WITA, Minggu, 13 September 2026.
Sebelum hilang kontak, awak kapal sempat melaporkan kondisi cuaca buruk kepada pihak perusahaan. Beberapa jam kemudian, kapal mengalami perubahan center of gravity atau kemiringan. (sic)