Naradaily-Pemerintah terus memperkuat kelembagaan pesantren sebagai salah satu pilar penting dalam pembangunan bangsa. Hal tersebut disampaikan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi yang juga merupakan Juru Bicara Presiden Prabowo Subianto, dalam rangka memperingati Hari Santri 2026 pada Kamis.
Salah satu kebijakan yang telah ditempuh pemerintah untuk memperkuat kelembagaan pesantren adalah pembentukan Direktorat Jenderal Pesantren di Kementerian Agama pada Maret 2026.
Prasetyo Hadi, yang akrab disapa Pras, mengatakan pemerintah ingin memastikan seluruh pesantren terus berkembang menjadi lingkungan pendidikan yang baik, aman, nyaman, dan bermartabat bagi para santri.
“Tentunya yang kita harapkan adalah bagaimana seluruh pesantren dapat terus berkembang menjadi lingkungan pendidikan yang baik, aman, nyaman, dan bermartabat bagi para santri. Ini menjadi perhatian kita bersama, dan pemerintah akan terus berupaya melakukan perbaikan serta penguatan yang diperlukan,” kata Pras di Jakarta, Kamis.
Ia menambahkan, pemerintah juga ingin memberikan kesempatan yang setara kepada para santri untuk memperluas wawasan, melanjutkan pendidikan, bertumbuh, dan berkarya. Kesempatan tersebut diharapkan tetap berjalan seiring dengan penerapan nilai-nilai keagamaan, tradisi keilmuan, dan semangat pengabdian yang selama ini menjadi kekuatan pesantren.
“Jadi, semangatnya adalah bagaimana kita bersama-sama menjaga dan memperkuat pesantren sebagai salah satu pilar penting dalam membangun bangsa. Kita ingin para santri terus maju, terus berkembang, dan kelak dapat memberikan pengabdian yang semakin besar bagi masyarakat, bangsa, dan negara,” ujar Pras.
Dalam kesempatan yang sama, Prasetyo mewakili Presiden Prabowo Subianto dan pemerintah Indonesia menyampaikan ucapan selamat Hari Santri kepada seluruh santri, kiai, nyai, pengasuh pondok pesantren, serta keluarga besar pesantren di seluruh Indonesia.
Pemerintah juga menyampaikan terima kasih atas kontribusi dan pengabdian pondok pesantren yang selama ini menjadi bagian penting dalam perjalanan bangsa. Peran tersebut mencakup upaya mencerdaskan kehidupan bangsa, membentuk akhlak generasi muda, serta menjaga persatuan dan kesatuan nasional.
Prasetyo menegaskan bahwa Presiden Prabowo memberikan perhatian besar terhadap perkembangan pesantren. Menurutnya, pesantren tidak hanya menjadi tempat untuk menimba ilmu agama, tetapi juga berperan dalam membentuk karakter dan menanamkan nilai-nilai kebangsaan kepada generasi muda.
“Bapak Presiden memberikan perhatian yang sangat besar terhadap pesantren. Kita semua memahami bahwa pesantren bukan hanya tempat untuk menimba ilmu agama, tetapi juga tempat membentuk karakter, menanamkan nilai-nilai kebangsaan, serta mendidik generasi muda agar memiliki kepedulian dan tanggung jawab terhadap masyarakat dan bangsanya,” katanya.