Naradaily-Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad memastikan kabar yang menyebut dirinya akan menjadi calon wakil presiden (cawapres) merupakan informasi bohong atau hoaks.
Dasco menyampaikan klarifikasi tersebut melalui unggahan di media sosial X pada Rabu (4/11) malam. Unggahan itu kemudian diunggah ulang melalui akun Instagram resminya pada Kamis pagi.”Saya pastikan Itu hoax,” ungkap Dasco melalui akun media sosialnya yang dipantau di Jakarta, Kamis.
Menurut Dasco, isu hoaks mengenai dirinya yang akan menjadi cawapres merupakan upaya pengalihan perhatian publik dari kasus penyadapan ilegal terhadap Presiden, pejabat negara, dan tokoh lainnya yang diduga dilakukan oleh perwira Polri yang telah ditetapkan sebagai tersangka.
“Ada upaya pengalihan isu dari hot isu penyadapan ilegal menjadi Dasco akan jadi cawapres,” katanya.
Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi berpendapat bahwa dugaan kasus penyadapan, penghapusan bukti elektronik, dan akses ilegal terhadap Kepala Negara serta sejumlah pejabat negara berpotensi mengarah pada perbuatan makar.
“Kami juga berpendapat apa yang dilakukan ini mungkin sudah masuk kategori, bisa kita anggap ini perbuatan mengarah ke perbuatan makar,” kata Prasetyo di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (4/11).
Prasetyo mengatakan tindakan tersebut juga mengarah pada perbuatan yang membahayakan kepentingan negara, termasuk keselamatan pimpinan negara.
Ia menilai penyadapan, penghilangan barang bukti elektronik, dan akses ilegal yang menyasar Kepala Negara serta sejumlah pejabat negara merupakan tindakan serius. Terlebih, perbuatan tersebut telah diatur dalam peraturan perundang-undangan.