Naradaily-Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menyebut DPR hingga kini belum menerima surat presiden (surpres) terkait pergantian Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI).
Pernyataan tersebut disampaikan Dasco saat ditemui di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu. Ia mengatakan belakangan ini banyak pihak mempertanyakan apakah surat terkait pergantian Panglima TNI tersebut sudah diterima DPR.
“Beberapa hari belakangan memang sudah banyak yang menanyakan kepada kami di DPR, ‘Apakah sudah menerima surpres tentang pergantian panglima TNI?’. Dan pada hari ini, saya sampaikan bahwa DPR belum menerima surpres tentang pergantian panglima TNI,” ucap dia.
Selain itu, Dasco mengaku memperoleh informasi bahwa Presiden Prabowo Subianto belum akan mengganti Panglima TNI.
“Menurut informasi yang kami dapat bahwa Presiden belum akan mengganti panglima TNI,” katanya.
Saat ini, posisi Panglima TNI masih dijabat oleh Jenderal TNI Agus Subiyanto. Sebelumnya, beredar kabar mengenai rencana pergantian orang nomor satu di tubuh TNI tersebut.
Kabar itu kemudian mendapat respons dari Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak yang namanya santer disebut masuk dalam bursa calon Panglima TNI.
Maruli mengatakan dirinya tidak mempermasalahkan apabila namanya masuk dalam bursa calon Panglima TNI. Menurutnya, seluruh kepala staf angkatan juga memiliki peluang untuk menjadi calon Panglima TNI.
“Ya enggak apa-apa, kalau calon semua juga calon. Seluruh kepala staf calon,” kata Maruli di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu.
Maruli juga menanggapi beredarnya sejumlah nama yang disebut masuk dalam bursa calon Panglima TNI. Ia menilai munculnya nama-nama tersebut merupakan hal yang biasa.
“Ya biasa,” ujarnya.
Sementara itu, mengenai Presiden Prabowo Subianto yang memanggil sejumlah perwira tinggi (pati) TNI dan Kepolisian Negara Republik Indonesia pada Rabu, Dasco menyebut agenda tersebut berkaitan dengan pemberian taklimat dari Presiden.
“Itu memang keinginan Presiden untuk memberikan pembekalan, penguatan, dan tambahan kekayaan wawasan kebangsaan dan lain-lain,” ujarnya.