Naradaily-TikTok mengonfirmasi kabar pemutusan hubungan kerja (PHK) massal di Tokopedia. Pihaknya menegaskan keputusan tersebut bukanlah hal yang mudah dilakukan sebagai pemegang saham pengendali.
Menurut Juru Bicara TikTok, perusahaan saat ini tengah melakukan penyesuaian pada organisasi riset dan pengembangan (research and development/R&D). Langkah itu dilakukan untuk memperkuat pertumbuhan bisnis sekaligus mendukung komunitas kreator dan penjual yang beraktivitas di platform.
“Kami tengah menyelaraskan organisasi riset dan pengembangan (R&D) pada ranah yang dapat mendorong pertumbuhan jangka panjang yang berkelanjutan bagi bisnis kami, komunitas kreator, dan penjual di platform kami,” kata Juru Bicara TikTok kepada wartawan, Jumat (3/7/2026). Meski melakukan PHK, pihaknya mengakui menyatakan fokus memberikan dukungan kepada para karyawan yang terdampak selama proses transisi berlangsung.
“Ini bukan keputusan yang mudah, dan kami fokus untuk memberikan dukungan kepada rekan-rekan kami yang terdampak selama masa transisi ini,” sambung dia. Di sisi lain, TikTok menegaskan komitmennya untuk terus berinvestasi dalam pengembangan Tokopedia.
Perusahaan juga menyatakan akan terus memberdayakan pelaku usaha lokal melalui penguatan ekosistem e-commerce di Indonesia. “Kami akan terus berinvestasi untuk menjadikan Tokopedia sebagai platform yang lebih baik bagi pengguna dan penjual kami, serta terus memberdayakan pelaku usaha lokal dalam membangun ekosistem e-commerce yang berkelanjutan di Indonesia,” tuntasnya.
TikTok kembali melakukan PHK besar-besaran di Tokopedia dan mengalihkan hampir seluruh operasi ecommerce tersebut ke China. Kini, TikTok Shop-Tokopedia hanya punya 35 karyawan di bidang teknologi dibanding sekitar 1.100 karyawan sebelum diakuisisi TikTok.
TikTok Shop-Tokopedia merumahkan lebih dari 450 karyawan di unit teknologi dalam gelombang PHK terakhir. Gelombang PHK terakhir menyisakan hanya sekitar 10 persen dari 2.500 karyawan yang telah bekerja di Tokopedia saat perusahaan ecommerce itu diakuisisi TikTok dari GoTo.
Mayoritas karyawan yang tersisa adalah yang bekerja di unit bisnis, trust and safety, dan teknologi. “Dulu sebelum diambil ByteDance, (karyawan teknologi) 1.100 (orang). Dalam batch terakhir, tech 500-an (terkena PHK]). Sekarang tech sisa 35 orang,” katanya.
Sekarang, menurut narasumber lain, semua teknologi di balik platform Tokopedia dan TikTok Shop dikelola oleh karyawan ByteDance di China. “Dulu bilangnya mau co-exist. Ingin membantu talenta Indonesia. (Kenyataannya sekarang, semua yang pegang tech-nya Tokopedia sudah bukan di Indonesia lagi, sekarang semua di China,” katanya.
Juru Bicara TikTok memberikan konfirmasi soal kabar PHK di Tokopedia. Ia menyatakan penyesuaian tersebut dilakukan dengan menyelaraskan fungsi R&D pada area yang dinilai mampu mendukung pertumbuhan berkelanjutan bagi bisnis perusahaan, komunitas kreator, serta para penjual di platformnya. (sic)