Naradaily-Jumlah korban tewas dalam insiden penembakan massal di Pantai Bondi, Australia, bertambah menjadi 12 orang, menurut kepolisian New South Wales (NSW). “Sedikitnya 12 orang meninggal dunia saat ini. Sebanyak 29 orang telah dibawa ke berbagai rumah sakit di kawasan Sydney, termasuk dua petugas kepolisian,” kata Komisaris Polisi Mal Lanyon, melansir Anadolu, Senin (15/12/2025).

Sebelumnya, Australian Broadcasting Corporation (ABC) melaporkan banyak orang menjadi korban dalam insiden itu. Otoritas setempat mengatakan ancaman langsung telah berakhir.

Kepolisian NSW mengaku telah mengamankan dua tersangka pelaku, tetapi operasi keamanan terus berlangsung. Warga diminta menjauhi lokasi kejadian yang telah ditetapkan sebagai zona steril.

Penembakan tersebut terjadi pada hari pertama perayaan Yahudi, Hanukkah, yang akan berlangsung selama delapan hari. Perdana Menteri (PM) Australia Anthony Albanese mengecam penembakan massal di Pantai Bondi, Sydney, pada hari Minggu sebagai serangan teroris anti-Semitisme.

Korban tewas dalam serangan ini bertambah menjadi 16 orang dan 40 lainnya terluka. Penembakan massal ini dilakukan oleh dua pria bersenjata. Mereka menargetkan perayaan “Hanukkah By the Sea”.

Salah satu pelaku tewas dalam baku tembak dengan polisi, satu pelaku lainnya ditahan dalam kondisi kritis. Kepolisian Australia menganggap penembakan massal itu sebagai serangan teroris.

Sejumlah perangkat mencurigakan yang diyakini sebagai bahan peledak rakitan ditemukan di sebuah mobil yang terkait dengan para penyerang, yang diparkir di dekat pantai. PM Albanese berjanji akan memberantas kebencian, kekerasan, dan terorisme di negaranya.

“Terjadi insiden teroris yang menghancurkan di Bondi pada perayaan Hanukkah By the Sea. Ini adalah serangan yang ditargetkan pada warga Yahudi Australia pada hari pertama Hanukkah, yang seharusnya menjadi hari sukacita, perayaan iman. [Serangan ini adalah] tindakan anti-Semitisme yang jahat, terorisme yang telah menyerang jantung bangsa kita,” kata Albanese. Selama serangan tersebut, salah satu pelaku disergap oleh seorang warga yang merebut senjatanya, menurut video yang beredar online.

Penyerang yang dilucuti senjatanya itu mundur ke rekannya, dan tampaknya mendapatkan senjata cadangan darinya. Menurut rekaman video, saksi mata tersebut mengalami setidaknya dua luka tembak saat mencoba melarikan diri.

Media lokal mengidentifikasi pria yang dianggap pahlawan tersebut sebagai pemilik toko buah berusia 43 tahun dan anggota komunitas Muslim setempat. Dia dirawat di rumah sakit dengan luka yang tidak mengancam jiwa.

Serangan tersebut mengakibatkan kematian Eli Schlanger, asisten rabi di Chabad Bondi dan salah satu penyelenggara acara Hanukkah. Schlanger adalah pendukung kuat Israel di tengah konflik di Gaza, berulang kali melakukan perjalanan ke sana untuk bertemu dengan pasukan Israel.

Beberapa utusan Chabad lainnya termasuk di antara yang terluka, demikian konfirmasi seorang juru bicara Chabad Israel. Sementara itu, seorang warga Israel marah-marah di lokasi serangan dan mengecam PM Albanese.

Dia berbicara kepada media di tepi pantai sementara para korban terlihat di latar belakang menerima perawatan. Dia memulai dengan mengkritik respons terhadap protes pro-Palestina yang terkenal di Gedung Opera Sydney.

“(Mereka berkata) bunuh orang Yahudi, pemerintah kita tidak melakukan apa pun,” katanya, yang menolak diidentifikasi, sebagaimana dikutip news.com.au, Senin (15/12/2025). (sic)