Naradaily-Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan gempa bumi tektonik bermagnitudo 6,2 yang mengguncang kawasan Kepulauan Sandwich Selatan tidak berpotensi menimbulkan tsunami di wilayah Indonesia.

Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG Wijayanto di Jakarta, Kamis, mengatakan kepastian tersebut diperoleh berdasarkan hasil pemodelan pemantauan tsunami setelah gempa terjadi pada pagi hari pukul 06.46 WIB.

“Hasil pemodelan tsunami menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami di wilayah Indonesia,” kata dia.

Berdasarkan pemutakhiran parameter BMKG, gempa tersebut memiliki magnitudo M6,2 dengan kedalaman 119 kilometer.

Pusat gempa atau episenter berada di laut pada koordinat 56,12 derajat Lintang Selatan (LS) dan 27,85 derajat Bujur Barat (BB), atau sekitar 2.008 kilometer tenggara Stanley, Kepulauan Falkland.

Wijayanto menjelaskan, berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa tersebut tergolong gempa bumi menengah. Gempa dipicu aktivitas subduksi Lempeng Amerika Selatan terhadap Lempeng Sandwich.

Analisis mekanisme sumber menunjukkan adanya pergerakan batuan berupa pergerakan naik atau thrust fault.

“Atas kejadian gempa di wilayah Samudra Pasifik Selatan tersebut, BMKG mengimbau masyarakat Indonesia, khususnya para pemukim di kawasan pesisir pantai, untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu-isu yang tidak terverifikasi,” ucapnya.

Wijayanto juga mengingatkan masyarakat agar memverifikasi seluruh informasi resmi mengenai kejadian gempa dan tsunami melalui saluran komunikasi serta kanal media sosial terverifikasi milik BMKG. (kom)