Naradaily-Kapasitas listrik tenaga surya China diperkirakan melampaui batu bara untuk pertama kalinya pada 2026. Proyeksi ini muncul saat China mempercepat peralihan ke energi hijau dan rendah karbon.
Melansir China Daily, Kamis (30/4/2026), proyeksi itu dirilis Dewan Listrik China dalam laporan pasokan dan permintaan listrik nasional kuartal pertama 2026. Pada kuartal pertama, konsumsi listrik China mencapai 2,51 triliun kilowatt-jam.
Angka itu naik 5,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Hingga akhir Maret, total kapasitas pembangkit listrik terpasang China mencapai 3,96 miliar kilowatt.
Dari jumlah itu, kapasitas energi nonfosil mencapai 2,46 miliar kilowatt, naik 21,3 persen secara tahunan. Energi nonfosil kini menyumbang 62 persen dari total kapasitas pembangkit listrik China.
Dalam tiga bulan pertama, tambahan kapasitas tenaga angin dan surya mencapai 57,16 juta kilowatt. Jumlah itu setara 68,2 persen dari seluruh tambahan kapasitas pembangkit baru di China.
Dewan Listrik China memperkirakan konsumsi listrik sepanjang 2026 berada di kisaran 10,9 triliun hingga 11 triliun kilowatt-jam, atau tumbuh 5 hingga 6 persen secara tahunan. Beban listrik maksimum tahun ini diproyeksikan mencapai 1,57 miliar hingga 1,63 miliar kilowatt.
China juga diperkirakan menambah lebih dari 400 juta kilowatt kapasitas pembangkit baru sepanjang 2026. Dari jumlah itu, energi baru menyumbang lebih dari 300 juta kilowatt.
Total kapasitas terpasang nasional diperkirakan menembus 4 miliar kilowatt pada kuartal kedua. Pada akhir 2026, gabungan kapasitas tenaga angin dan surya diperkirakan menyumbang separuh dari total kapasitas pembangkit listrik China.
Kapasitas tenaga surya sendiri diproyeksikan melampaui batu bara untuk pertama kalinya dalam sejarah. (sic)