Naradaily-Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Listyo Sigit Prabowo meminta seluruh personel meningkatkan kesiapsiagaan di berbagai titik keramaian menjelang puncak arus mudik Lebaran 2026. Puncak pergerakan pemudik diperkirakan terjadi pada H-2 Idul Fitri 1447 Hijriah.

“Patroli di sekitar wilayah terminal, stasiun, termasuk rumah-rumah yang ditinggalkan dan potensi kerawanan kejahatan harus terus diantisipasi,” kata Sigit setelah melakukan pengecekan pelayanan mudik kereta api di Stasiun Gubeng, Surabaya, Jawa Timur, Minggu (15/3/2026).

Menurut dia, peningkatan kesiapsiagaan tersebut diperlukan untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat di berbagai lokasi, mulai dari pusat transportasi hingga kawasan permukiman yang ditinggalkan pemudik.

Dalam kunjungan tersebut, Kapolri juga memastikan kesiapsiagaan pelayanan di Stasiun Gubeng Surabaya telah berjalan sesuai dengan harapan. Ia bahkan sempat berinteraksi langsung dengan petugas dan penumpang untuk mengetahui kondisi pelayanan di lapangan.

“Dari laporan posko terdapat kenaikan penumpang kurang lebih 11 persen dibandingkan hari-hari normal,” ujarnya.

Selain itu, Kapolri memastikan kebijakan diskon tiket yang diberikan pemerintah telah diterapkan bagi penumpang kereta api kelas ekonomi. Kebijakan tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat dalam melakukan perjalanan mudik.

Menurutnya, Stasiun Gubeng kini beroperasi hampir selama 24 jam untuk melayani mobilitas masyarakat dari berbagai daerah, baik perjalanan lokal maupun jarak jauh di Pulau Jawa.

“Beberapa penumpang yang kami temui ada yang datang dari luar kota, bahkan dari NTT dan Kalimantan, kemudian memanfaatkan Stasiun Gubeng untuk perjalanan ke berbagai daerah seperti Jawa Tengah, Jawa Barat hingga DKI Jakarta,” katanya.

Selain meninjau aktivitas di stasiun, Kapolri juga memeriksa kesiapan posko terpadu yang dilengkapi layanan kesehatan serta sistem pelayanan tiket secara daring guna mempermudah masyarakat yang akan melakukan perjalanan.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa berdasarkan survei Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, jumlah pemudik secara nasional diperkirakan sedikit menurun dibandingkan tahun sebelumnya.

“Dari hasil survei Kementerian Perhubungan memang ada penurunan dari sekitar 145 juta menjadi 143 juta pemudik, namun kita tidak boleh underestimate sehingga semua kesiapan tetap harus disiapkan,” ujar Sigit. (kom)