Naradaily-Di tengah aktivitas sekolah yang padat, penggunaan gawai yang semakin intens, serta waktu bermain yang semakin berkurang, anak-anak kini lebih rentan mengalami stres psikologis. Kondisi ini tidak boleh dianggap sepele karena dapat memengaruhi perkembangan emosi, perilaku, hingga prestasi belajar mereka.

Tekanan akademik, kebiasaan menatap layar terlalu lama, serta minimnya komunikasi hangat dalam keluarga menjadi faktor yang sering memicu stres pada anak. Bila tidak ditangani sejak dini, anak dapat kehilangan rasa percaya diri dan kesulitan beradaptasi di lingkungan sosial.

Psikolog anak menjelaskan bahwa stres pada anak sering tidak terlihat secara jelas. Gejalanya dapat muncul melalui perubahan emosi, anak menjadi mudah marah, sulit berkonsentrasi, menarik diri dari pergaulan, bahkan mengalami gangguan tidur. Karena itu, peran orang tua dan lingkungan sekitar sangat penting dalam menjaga kesehatan mental anak.

Ada beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan keluarga untuk membantu anak tetap sehat secara psikologis.

Pertama, membangun komunikasi terbuka. Orang tua perlu menyediakan waktu untuk mendengarkan cerita anak tanpa menghakimi. Ketika anak merasa dipahami, ia akan lebih berani mengekspresikan perasaan dan masalahnya.

Kedua, menghindari tekanan berlebihan. Harapan akademik yang terlalu tinggi dapat menjadi beban psikologis. Orang tua sebaiknya menyesuaikan target dengan kemampuan dan minat anak agar proses belajar tetap menyenangkan.

Ketiga, menyeimbangkan belajar dan bermain. Aktivitas bermain, olahraga ringan, atau menekuni hobi membantu anak melepaskan ketegangan serta menjaga suasana hati tetap positif.

Keempat, membatasi penggunaan gawai. Paparan layar berlebihan berpotensi memengaruhi kondisi emosional anak. Aturan penggunaan gawai yang jelas dan konsisten dapat membantu menjaga kesehatan mentalnya.

Kelima, menciptakan rumah yang aman dan nyaman. Lingkungan keluarga yang penuh dukungan emosional membuat anak merasa terlindungi. Hindari pertengkaran di depan anak dan biasakan memberi apresiasi atas usaha mereka.

Selain keluarga, sekolah juga berperan besar. Guru diharapkan menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, tidak menekan, dan peka terhadap perubahan perilaku siswa.

Apabila anak menunjukkan tanda stres berat hingga sulit belajar atau beraktivitas, orang tua disarankan berkonsultasi dengan tenaga medis atau psikolog melalui layanan konseling. Dengan perhatian dan pendampingan yang tepat, anak dapat tumbuh dengan kondisi psikologis yang sehat, percaya diri, serta siap menghadapi tantangan masa depan. (M. Fikhar Zakaria)