Naradaily-Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengerahkan bantuan dan personel kemanusiaan untuk membantu masyarakat yang terdampak banjir parah di wilayah perbatasan China dan Nepal. Bantuan tersebut disiapkan sebagai bagian dari upaya mendukung penanganan bencana yang menimbulkan banyak korban dan kerusakan.

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyampaikan hal tersebut pada Rabu (26/8). Ia juga mengungkapkan duka atas bencana banjir yang melanda kedua negara tersebut.

“Saya berduka cita atas banjir parah yang terjadi di Nepal dan China yang telah merenggut banyak nyawa, menyebabkan sejumlah orang hilang, serta menimbulkan kerusakan besar,” kata Guterres melalui platform media sosial X.

Guterres menyampaikan belasungkawa kepada keluarga para korban serta mendoakan agar masyarakat yang mengalami luka akibat bencana tersebut dapat segera pulih.

Banjir parah yang melanda wilayah tersebut telah menewaskan sedikitnya 160 orang. Selain itu, lebih dari 680 orang dilaporkan masih hilang akibat bencana tersebut.

Guterres mengatakan PBB turut membantu upaya mitigasi yang dipimpin pemerintah Nepal. Mitigasi dalam konteks bencana merupakan langkah untuk mengurangi dampak dan risiko yang ditimbulkan oleh bencana terhadap masyarakat.

“Di Nepal, PBB membantu mitigasi yang dipimpin pemerintah. Tim PBB dan mitra kemanusiaan mengirimkan bantuan dan personel untuk mendukung masyarakat yang terdampak banjir,” tambahnya.

Bencana banjir juga menyebabkan kerusakan infrastruktur yang cukup besar di Nepal. Berdasarkan data pemerintah Nepal, sebanyak 13 proyek pembangkit listrik tenaga air hancur akibat banjir.

Selain pembangkit listrik, jalan sepanjang 40 kilometer turut mengalami kerusakan. Derasnya aliran air yang bercampur lumpur juga menyeret sekitar 200 truk dan 19 jembatan.

Kerusakan tersebut menambah tantangan dalam penanganan masyarakat terdampak, terutama dalam memastikan bantuan kemanusiaan dapat menjangkau wilayah yang terkena banjir.

Pengerahan tim dan bantuan kemanusiaan PBB diharapkan dapat mendukung pemerintah serta masyarakat dalam menghadapi dampak bencana. Upaya tersebut dilakukan di tengah masih berlangsungnya proses penanganan korban dan pemutakhiran kondisi di wilayah terdampak.

Melalui bantuan tersebut, PBB menunjukkan dukungannya terhadap masyarakat yang terdampak banjir di Nepal dan China, sekaligus menyampaikan solidaritas kepada keluarga korban yang kehilangan anggota keluarganya dalam bencana tersebut. (kom)