Naradaily-Otoritas berwenang Swiss akhirnya mengungkap penyebab kebakaran yang menewaskan 47 orang di dalam bar di sebuah resor ski mewah di kawasan Pegunungan Alpen saat pesta malam Tahun Baru. Lilin kembang api diyakini kuat sebagai pemicu kebakaran mematikan tersebut.
Melansir AFP dan Reuters, Sabtu (3/1/2026), hasil penyelidikan sementara jaksa setempat menyebutkan bahwa temuan awal menunjukkan kebakaran yang menyebar di dalam bar Le Constellation yang ada di ruangan bawah tanah resor ski tersebut. Kemungkinan disebabkan oleh lilin kembang api yang diangkat terlalu dekat ke langit-langit.
Para penyidik telah memfokuskan perhatian pada kembang api setelah melihat rekaman video dan berbicara dengan para korban selamat dalam tragedi yang terjadi pada Kamis (1/1/2026) dini hari di Crans-Montana, kota resor Pegunungan Alpen Swiss itu. Dari video dan foto yang beredar, beberapa diposting secara online, menunjukkan kembang api yang tertancap di bagian atas botol-botol sampanye, diangkat oleh para pengunjung bar, dalam posisi yang sangat dekat dengan langit-langit rendah bar yang ada di ruang bawah tanah tersebut.
Diketahui bahwa langit-langit bar itu ditutupi dengan bahan busa peredam suara. Beberapa video menunjukkan material itu terbakar, namun para pengunjung — banyak di antaranya berusia di akhir belasan tahun dan 20-an tahun — terus menari, tidak menyadari situasi bahaya yang mereka hadapi.
“Semua indikasi menunjukkan bahwa api bermula dari kembang api atau lilin Bengal yang diikatkan pada botol-botol sampanye,” ucap kepala jaksa wilayah Wallis, Beatrice Pilloud kepada media. Ia menambahkan, bahwa meskipun hipotesis ini mungkin benar, namun belum dikonfirmasi.
“Dari situ, kebakaran yang cepat, sangat cepat, dan meluas pun terjadi,” sebut Pilloud. Penyelidikan, imbuh Pilloud, juga memeriksa apakah busa insulasi yang terpasang di langit-langit bar itu menjadi penyebab api menyebar dengan cepat.
Ditegaskan oleh Pilloud bahwa penyelidikan lebih lanjut akan menunjukkan apakah ada pihak yang perlu dimintai pertanggungjawaban pidana atas kelalaian, yang berkontribusi pada kebakaran maut tersebut. Jacques Moretti, warga Prancis yang merupakan pemilik bar tersebut, bersikeras mengatakan kepada harian Swiss Tribune de Geneve bahwa norma keselamatan telah dipatuhi.
“Semuanya dilakukan sesuai dengan peraturan,” ucapnya. Moretti dan istrinya, Jessica, selamat dari kebakaran itu tanpa cedera dan telah diinterogasi sebagai “saksi” dalam kasus ini.
Sejauh ini belum ada penetapan tersangka terkait kebakaran tersebut. Jumlah pasti pengunjung bar tersebut ketika kebakaran terjadi tidak diketahui secara jelas.
Situs Crans-Montana menyebut bar itu memiliki kapasitas 300 orang ditambah 40 orang di bagian teras. Otoritas setempat memperingatkan bahwa diperlukan waktu berhari-hari untuk mengidentifikasi 47 korban tewas.
Sementara sebagian besar dari 119 korban selamat kini berada dalam kondisi kritis, yang membuat rumah-rumah sakit di Swiss kewalahan dan puluhan orang dibawa ke negara-negara Eropa tetangga untuk perawatan luka bakar khusus. Komandan kepolisian regional wilayah Wallis, Frederic Gisler, mengatakan bahwa para korban luka terdiri atas 71 warga Swiss, 14 warga Prancis, 11 warga Italia, dan 4 warga Serbia, serta masing-masing satu warga Bosnia, Belgia, Polandia, Portugal, dan Luksemburg.
Gisler menambahkan bahwa status kewarganegaraan 14 korban luka lainnya belum diketahui. Dalam wawancara dengan Sky TG24, Menteri Luar Negeri Italia Antonio Tajani mengatakan proses identifikasi korban akan sangat kompleks dan memerlukan waktu.
Ia menambahkan, sejumlah warga negara Italia yang terluka telah dipindahkan ke Milan untuk mendapatkan perawatan lanjutan. Mengutip pernyataan Duta Besar Italia Gian Lorenzo Cornado, laporan tersebut menyebutkan enam warga negara Italia masih dinyatakan hilang dan 13 lainnya dirawat di rumah sakit.
Penyelidikan pidana atas insiden ini masih berlangsung. Jaksa Kanton Valais menyatakan sejumlah hipotesis tengah dikaji, dengan dugaan sementara mengarah pada kebakaran besar yang memicu deflagrasi. Deflagrasi adalah jenis pembakaran atau ledakan di mana api menyebar dengan kecepatan subsonik (lebih lambat dari kecepatan suara), didorong oleh perpindahan panas, dan sering terjadi pada bahan mudah terbakar seperti debu atau gas seperti hidrogen, menghasilkan panas dan tekanan yang bisa merusak.
Pihak berwenang menekankan masih banyak hal yang perlu diklarifikasi dan mengimbau publik untuk menahan diri serta menghormati keluarga para korban. Otoritas Swiss juga menegaskan tidak ditemukan indikasi terorisme dalam peristiwa ini. Fokus penyelidikan saat ini adalah mengungkap secara pasti rangkaian kejadian yang menyebabkan kebakaran tersebut.
Sejumlah ahli forensik dari Zurich telah dilibatkan untuk membantu proses investigasi dan identifikasi korban. (sic)