Naradaily-Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyerukan kepada negara-negara pengimpor minyak yang pengirimannya melalui Selat Hormuz untuk ikut menjamin keamanan jalur strategis tersebut dengan dukungan dan koordinasi dari pemerintah Amerika.

“Negara-negara di dunia yang memperolah minyak melalui Selat Hormuz harus menjaga jalur tersebut dan kami akan membantu, banyak!” kata Trump di media sosial Truth Social, Sabtu (14/3/2026).

Trump juga berjanji bahwa Washington akan melakukan koordinasi dengan negara-negara terkait agar upaya menjaga keamanan jalur perdagangan energi global itu dapat berjalan dengan cepat dan efektif.

“Ini seharusnya selalu menjadi upaya tim dan kini akan menjadi demikian. Ini akan menyatukan dunia menuju harmoni, keamanan, dan perdamaian abadi,” tulis Trump dalam unggahan tersebut.

Situasi di Selat Hormuz memanas setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari lalu yang menyebabkan kerusakan serta korban sipil. Iran kemudian melakukan serangan balasan terhadap wilayah Israel dan sejumlah pangkalan militer Amerika di kawasan Timur Tengah.

Ketegangan tersebut berdampak pada aktivitas pelayaran di Selat Hormuz yang sempat hampir terhenti. Jalur laut ini diketahui menjadi rute utama distribusi energi dari kawasan Teluk Persia ke berbagai negara di dunia.

Selat Hormuz memiliki peran penting dalam perdagangan energi global karena sekitar 20 persen perdagangan dunia untuk minyak, produk minyak bumi, dan gas alam cair melewati jalur strategis tersebut. (kom)