Naradaily-Anggota DPRD DKI Jakarta Hardiyanto Kenneth menegaskan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-53 PDI Perjuangan yang dirangkaikan dengan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I bukan sekadar seremoni, melainkan momentum refleksi ideologis sekaligus konsolidasi untuk meneguhkan jati diri partai sebagai “partai wong cilik” yang berlandaskan Pancasila.
“Di bawah kepemimpinan Ketua Umum Ibu Megawati Soekarnoputri, PDI Perjuangan terus konsisten menjaga marwah demokrasi, memperjuangkan keadilan sosial serta menghadirkan politik yang bermoral dan berpihak kepada rakyat kecil,” kata Kenneth di Jakarta, Minggu (11/1/2026)
Pernyataan tersebut disampaikan pria yang akrab disapa Bang Kent itu dalam momentum peringatan HUT ke-53 PDI Perjuangan yang digelar bersamaan dengan Rakernas I di Beach City International Stadium, Ancol, Jakarta Utara. Sebagai kader partai, ia menyampaikan rasa syukur atas perjalanan panjang PDI Perjuangan yang telah menginjak usia lebih dari setengah abad.
Kent menambahkan, Rakernas I menjadi forum strategis untuk merumuskan arah kebijakan partai ke depan, memperkuat soliditas organisasi dari pusat hingga akar rumput, serta memastikan seluruh kader tetap berada dalam satu barisan perjuangan yang disiplin, loyal, dan ideologis.
Ia juga menekankan arahan khusus Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri terkait penanganan dan pemulihan bencana di Aceh dan Sumatera. Megawati meminta seluruh jajaran partai bergerak cepat, solid, dan bergotong royong membantu masyarakat terdampak bencana.
Menindaklanjuti arahan tersebut, Kent memastikan seluruh potensi partai akan dikerahkan. Bantuan yang diberikan tidak hanya bersifat darurat, tetapi juga mencakup dukungan jangka menengah dan panjang untuk pemulihan sosial, ekonomi, dan psikologis masyarakat. Ia menekankan pentingnya koordinasi dengan pemerintah, relawan, dan masyarakat setempat agar bantuan yang disalurkan tepat sasaran dan berkelanjutan.
“Semangat gotong royong yang diwariskan Bung Karno harus menjadi pijakan utama dalam setiap langkah perjuangan partai. Kepedulian terhadap korban bencana adalah bagian dari jati diri PDI Perjuangan sebagai partai wong cilik,” ujarnya.
Kent menegaskan komitmennya untuk melaksanakan setiap arahan Ketua Umum Megawati Soekarnoputri. Dengan semangat kemanusiaan dan disiplin organisasi, PDI Perjuangan berkomitmen terus hadir bersama rakyat dan membuktikan bahwa politik sejati adalah pengabdian untuk keselamatan dan kesejahteraan rakyat.
Selain itu, Anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta tersebut juga menegaskan dukungannya terhadap pelaksanaan pilkada secara langsung sebagai wujud nyata kedaulatan rakyat dalam sistem demokrasi Indonesia. Menurutnya, pilkada langsung merupakan amanat reformasi yang tidak boleh ditarik mundur karena menjadi instrumen penting bagi rakyat dalam menentukan pemimpin di daerahnya masing-masing.
“Pilkada langsung adalah perwujudan kedaulatan rakyat. Rakyat tidak boleh hanya menjadi objek kebijakan, tetapi harus menjadi subjek utama dalam menentukan arah kepemimpinan dan pembangunan di daerah dan di republik ini,” katanya.
Kent menilai pilkada langsung juga memperkuat akuntabilitas kepala daerah. Pemimpin yang dipilih langsung oleh rakyat memiliki legitimasi yang kuat serta tanggung jawab moral untuk memenuhi janji-janji politiknya, karena kinerja mereka akan kembali dipertanggungjawabkan kepada rakyat melalui mekanisme demokrasi.
Ia menegaskan PDI Perjuangan akan terus berdiri bersama rakyat dalam menjaga dan memperkuat demokrasi Indonesia. Kent pun menyerukan kepada seluruh elemen bangsa untuk menjaga semangat reformasi, memperbaiki kekurangan yang ada, dan tidak mundur dari prinsip bahwa kedaulatan tertinggi berada di tangan rakyat.
“PDI Perjuangan akan terus memperjuangkan demokrasi yang sehat, berkeadilan, dan bermartabat. Pilkada langsung oleh rakyat adalah bagian tak terpisahkan dari perjuangan tersebut,” katanya. (kom)