Naradaily-Sebanyak 557 pemilik suara dalam Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) telah terverifikasi. Jumlah tersebut setara sekitar 97 persen dari total daftar pemilih tetap (DPT) peserta Muktamar NU 2026.
Sekretaris Steering Committee Muktamar ke-35 NU Mohammad Nuh mengatakan, jumlah tersebut menunjukkan forum muktamar secara administratif telah memenuhi persyaratan untuk dilaksanakan. “Ini yang memiliki suara totalnya 590. Yang sudah terverifikasi 557, jadi sekitar 97 persen. Aman dari sisi forum,” kata Mohammad Nuh di Tambakberas, Jombang, dikutip Rabu (26/8/2026).
Menurutnya, sekitar 3 persen kepengurusan belum memenuhi persyaratan sebagai pemilik suara. Kondisi tersebut, antara lain disebabkan pengurus telah meninggal dunia atau data kepengurusan belum diperbarui.
Kepengurusan yang masih berstatus caretaker maupun belum memenuhi ketentuan sebagai pemilik suara tetap diberikan ruang untuk hadir sebagai peninjau. Panitia telah menyiapkan data kepengurusan secara terperinci untuk setiap cabang, PWNU, dan PCINU.
Data tersebut mencakup nama rais Syuriyah, katib Syuriyah, ketua, sekretaris, serta masa berlaku surat keputusan (SK) kepengurusan. “Data itu sudah kita umumkan ke seluruh PW dan PC. SK-nya berakhir kapan, siapa rais Syuriyah-nya, siapa ketuanya dan seterusnya, sudah kita verifikasi,” ujarnya.
Khusus pengurus cabang istimewa (PCI) yang berada di luar negeri, Mohammad Nuh mengatakan seluruh peserta yang memenuhi ketentuan tetap akan hadir secara langsung di lokasi muktamar. Panitia tidak menerapkan mekanisme pemungutan suara secara daring maupun hybrid.
Sekjen PBNU Syaifullah Yusuf atau Gus Ipul menambahkan, panitia juga memanfaatkan teknologi untuk memastikan pelaksanaan Muktamar berlangsung transparan, terkendali, dan terukur. Setiap proses pendaftaran hingga aktivitas peserta telah direkam dalam sistem yang disiapkan panitia.
“Jadi tidak ada yang bisa main-main. Setiap pendaftaran, kegiatan sudah terekam semua. Sebelum peserta berangkat kita juga sudah tahu nama-nama peserta yang sudah ditetapkan secara resmi,” terangnya.
Selain sistem registrasi dan verifikasi, panitia menyiapkan pusat layanan untuk menangani berbagai persoalan selama pelaksanaan Muktamar. Dia berharap keberadaan command center dapat mempercepat pelayanan, menangani persoalan yang muncul, sekaligus mencari solusi secara cepat.
Untuk mendukung pengawasan keamanan, panitia juga memasang lebih dari 100 kamera CCTV yang tersebar di sepanjang jalan dan kawasan sekitar lokasi Muktamar ke-35 NU. Muktamar ke-35 NU akan digelar di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur pada 27 hingga 31 Agustus 2026. Muktamar dijadwalkan dibuka oleh Presiden Prabowo Subianto. (sic)