Naradaily-Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) resmi memecat anggota DPRD Gorontalo, Wahyudin Moridu, setelah ucapannya tentang merampok uang negara viral di media sosial. Surat pemecatan itu ditandatangani langsung oleh Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri serta Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto.

Dalam surat keputusan bernomor 12/KPTS/DPP/IX/2025, Wahyudin dinyatakan melanggar disiplin partai karena tindakannya dianggap menjatuhkan nama baik, kehormatan, kewibawaan, dan citra PDIP. “Memberikan sanksi organisasi berupa pemecatan kepada Wahyudin Moridu dari keanggotaan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan,” demikian isi surat yang dikutip Minggu (21/9/2025).

Keputusan tersebut juga menegaskan bahwa Wahyudin dilarang melakukan kegiatan dan menduduki jabatan apa pun dengan membawa nama PDIP. DPP PDIP menegaskan bahwa segala tindakan Wahyudin merupakan tanggung jawab pribadi dan tidak ada kaitannya dengan sikap resmi partai.

Dalam surat itu juga disebutkan, “Surat keputusan ini berlaku sejak ditetapkan dan apabila di kemudian hari terdapat kekeliruan akan ditinjau kembali dan dilakukan perbaikan sebagaimana mestinya.” DPP PDIP berjanji akan mempertanggungjawabkan surat keputusan ini pada kongres partai mendatang.

Ucapan kontroversial Wahyudin yang memicu viral berasal dari sebuah video di media sosial. Dalam video tersebut, ia tampak mengendarai mobil bersama seorang perempuan yang merekam momen tersebut. Dengan mengenakan kacamata hitam, Wahyudin berkata, “Kita hari ini menuju Makassar menggunakan uang negara. Kita rampok saja uang negara ini. Kita habiskan saja biar negara ini makin miskin.” Ucapan itu disertai tawa bersama perempuan di sampingnya.

Ia juga menambahkan dengan nada sesumbar, “Membawa hugel langsung ke Makassar menggunakan uang negara. Siapa, Ji? Wahyudin Moridu, Anggota DPRD Provinsi Gorontalo.”

Setelah video itu menyebar luas, Wahyudin kemudian menyampaikan klarifikasi pada Jumat (19/9/2025). Melalui akun Instagram pribadinya, ia meminta maaf kepada publik dengan didampingi sang istri. “Atas nama pribadi dan keluarga, saya memohonkan maaf atas video yang diviralkan di media TikTok beberapa waktu yang lalu,” ujarnya. Ia menegaskan tidak berniat menyinggung masyarakat Gorontalo dalam pernyataannya tersebut. (kom)