Naradaily-Hasil survei Poltracking Indonesia menyatakan tingkat kepuasan terhadap kinerja pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka dalam satu tahun terakhir merata di semua wilayah Indonesia.

“Relatif hampir merata di semua kewilayahan yang kita lakukan cross tabulation (tabulasi silang) mengapresiasi positif atau puas terhadap kinerja pemerintah,” kata Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia Hanta Yuda Rasyid dalam rilisnya Senin (20/10/2025).

Dijelaskannya, responden yang paling merasa puas terhadap kinerja pemerintahan Prabowo–Gibran berasal dari Jawa Timur, yakni 85,4 persen. Kemudian disusul responden asal Kalimantan sebanyak 83,9 persen dan Sumatera sebanyak 83,2 persen. Selain itu, sebanyak 78,7 persen responden asal Jawa Barat juga mengaku puas, sementara wilayah Jakarta–Banten mencatat 77,1 persen.

Sebaran kepuasan lainnya meliputi 72,4 persen responden asal Sulawesi, 70,7 persen asal Jawa Tengah–Daerah Istimewa Yogyakarta, 67,2 persen asal Bali–Nusa Tenggara, dan 63,1 persen asal Maluku–Papua. Secara keseluruhan, 78,2 persen responden merasa puas terhadap kinerja pemerintahan Prabowo–Gibran yang terdiri atas 9,8 persen sangat puas dan 68,3 persen cukup puas.

Responden merasa puas karena kepemimpinan yang tegas dan berwibawa (18,8 persen), bantuan pemerintah tepat sasaran (12,3 persen), program MBG (10,4 persen), pencegahan atau pemberantasan korupsi (8,1 persen), serta kinerja yang terbukti (6,2 persen). Di sisi lain, 19,3 persen responden menyatakan tidak puas, dengan rincian 17,3 persen kurang puas dan 2 persen sangat tidak puas.

Mereka yang tidak puas menyampaikan sejumlah alasan, antara lain ekonomi belum stabil (26,7 persen), bantuan tidak tepat sasaran (15,7 persen), kasus korupsi (8,9 persen), harga kebutuhan pokok yang mahal (7 persen), dan masih kurangnya lapangan kerja (6,3 persen). “Lima alasan ini yang kami rekam penting masukan buat pemerintahan Prabowo–Gibran,” ujar Hanta.

Jika dilihat berdasarkan bidang, tingkat kepuasan responden paling tinggi berada pada ranah pendidikan yang mencapai 79 persen. Disusul bidang kesehatan 76,6 persen, pertahanan dan keamanan 75,5 persen, serta sosial budaya 74,9 persen. Adapun bidang dengan tingkat kepuasan di bawah 70 persen, yaitu hukum dan pemberantasan korupsi (68,2 persen), politik dan stabilitas nasional (65,7 persen), serta ekonomi (57,4 persen). “Dari semua bidang-bidang, itu bidang ekonomi yang selalu paling rendah, yaitu 57,4 persen tingkat kepuasan di bidang ekonomi. Ini mungkin menjadi saran masukan pada pemerintahan sekarang yang menjadi penilaian publik,” katanya.

Populasi survei ini adalah warga negara Indonesia yang memiliki hak pilih, yakni berusia 17 tahun ke atas atau sudah menikah. Responden berjumlah 1.220 orang, dipilih dengan metode multistage random sampling, dan diwawancarai secara tatap muka pada 3–10 Oktober 2025. Survei ini memiliki ambang batas galat lebih kurang 2,9 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.(kom).