Naradaily-Wakil Ketua DPR RI Dede Yusuf menilai instruksi Presiden Prabowo Subianto terkait penggunaan kendaraan Pindad Maung sebagai mobil dinas menteri memang perlu “dipaksakan” demi mendorong keberpihakan terhadap produk dalam negeri. Ia menyebut penggunaan kendaraan nasional oleh pejabat negara akan menjadi contoh langsung bagi masyarakat dalam menumbuhkan kepercayaan terhadap industri otomotif nasional.

“Sama seperti ketika China atau Malaysia dulu memproduksi mobil-mobilnya sendiri, maka yang pertama kali didorong adalah para pejabat-pejabat yang dibayar oleh negara untuk menggunakan,” kata Dede di kompleks parlemen, Jakarta, Rabu (22/10/2025).

Menurutnya, keberanian pemerintah untuk mengambil langkah tersebut dapat mendorong industri otomotif lokal menjadi lebih kompetitif dan dipandang sebagai pilihan alternatif dibandingkan mobil-mobil produksi Eropa atau Asia. Dede bahkan mengibaratkan kebijakan ini seperti dorongan penggunaan batik sebagai pakaian nasional, yang kini menjadi simbol kebanggaan budaya Indonesia.

Jika dulu batik tidak didorong oleh Presiden sebagai busana resmi, kata Dede, produsen batik lokal bisa terancam kalah oleh produk impor. Namun setelah batik menjadi pakaian presiden dan pejabat negara, minat masyarakat turut meningkat. “Nah ini juga sama konsepnya adalah kalau para pejabat-pejabat mau menggunakan produksi dalam negeri,” ujarnya.

Dede memandang langkah Presiden Prabowo merupakan bentuk dorongan agar Indonesia semakin maju, khususnya di sektor industri otomotif. Ia menilai mobil taktis yang dirancang menjadi kendaraan lapangan dan kini dialihfungsikan untuk kendaraan pejabat memiliki daya tarik tersendiri. “Nah, daripada mobil dinas membeli mobil Eropa atau membeli mobil-mobil asing, mendingan produksi mobil sendiri,” tegasnya.

Sebelumnya, dalam pidato pengantar Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/10), Presiden Prabowo menegaskan bahwa Indonesia telah berhasil memproduksi kendaraan jip taktis Maung yang digunakan oleh pejabat dan perwira TNI. Ia meminta penggunaan kendaraan tersebut diterapkan secara luas di lingkungan pemerintahan.

“Dan sebentar lagi saudara-saudara harus pakai Maung semua. Saya enggak mau tahu, yang mobil-mobil bagus pakai kalau libur saja. Ya pada saat saya enggak panggil kau bolehlah kau pakai mobil itu,” kata Presiden.(kom)