Naradaily-Memasuki bulan suci Ramadan, sejumlah operator transportasi publik di Jakarta memberikan kelonggaran bagi penumpang yang menjalankan ibadah puasa untuk berbuka di dalam kendaraan saat waktu magrib tiba. Namun, ada batasan jenis makanan hingga durasi yang harus dipatuhi.

Kebijakan ini diterapkan oleh PT Transjakarta, PT MRT Jakarta (Perseroda), hingga PT KAI Commuter Indonesia (KCI) selama Ramadan. Transjakarta memperbolehkan pelanggan berbuka puasa di dalam bus saat azan magrib berkumandang, khusus bagi mereka yang masih dalam perjalanan.

Kepala Departemen Humas dan CSR Transjakarta Ayu Wardhani mengatakan, kebijakan ini untuk memudahkan pelanggan yang tak sempat tiba di tujuan saat waktu berbuka. “Kami ingin memastikan pelanggan tetap dapat menjalankan ibadah puasa dengan nyaman, termasuk saat waktu berbuka tiba di tengah perjalanan. Tentunya, kami juga mengajak pelanggan untuk tetap menjaga kebersihan dan kenyamanan bersama,” kata Ayu, dikutip Kamis (19/2/2026).

Pelanggan hanya diperkenankan berbuka dengan air minum dan makanan ringan. Aktivitas makan dan minum dibatasi maksimal 10 menit setelah azan magrib.

Setelah itu, aturan larangan makan dan minum kembali berlaku seperti biasa. Layanan Transjakarta selama Ramadan tetap berjalan normal. Sebanyak 14 koridor utama beroperasi 24 jam.

Kebijakan serupa diterapkan MRT Jakarta. Penumpang diperbolehkan membatalkan puasa di dalam ratangga maupun area berbayar stasiun saat waktu magrib tiba.

Corporate Secretary Division Head MRT Jakarta Rendy Primartantyo menegaskan, kelonggaran ini tetap disertai pembatasan. “Sebagai bentuk dukungan terhadap pelanggan atau penumpang yang menjalankan ibadah puasa Ramadan 1447 H, PT MRT Jakarta menerapkan kebijakan khusus selama bulan Ramadan, khususnya saat berbuka puasa,” ujar Rendy.

Penumpang hanya diperbolehkan berbuka dengan air putih dan buah kurma, serta maksimal 10 menit setelah azan magrib jika masih berada di dalam kereta atau area berbayar. “Pengguna jasa tidak diperbolehkan untuk membatalkan puasa dengan minuman selain air putih seperti teh, kopi, sirup, soda, dan lain-lain, serta kudapan selain buah kurma,” jelasnya.

Setelah itu, penumpang diminta melanjutkan aktivitas berbuka di area tidak berbayar (unpaid concourse). Kebijakan ini berlaku mulai hari ini.

Sementara itu, KCI juga memperbolehkan pengguna Commuter Line atau KRL untuk berbuka di dalam kereta. VP Corporate Secretary KAI Commuter Karina Amanda mengimbau agar penumpang berbuka secukupnya dan tidak membawa makanan berat.

“Untuk berbuka puasa di dalam Commuter Line, pengguna diimbau untuk berbuka dengan makanan dan minuman ringan secara tidak berlebihan, serta menghindari makanan atau minuman yang berbau menyengat demi kenyamanan bersama,” jelas Karina. Penumpang juga diminta menjaga kebersihan dengan tidak membuang sampah sembarangan. Sampah diharapkan dibawa turun dan dibuang di tempat sampah stasiun tujuan. (sic)