Naradaily-Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya William Wirakusuma mengatakan bahwa masa sekolah menengah atas (SMA) menjadi waktu yang ideal bagi anak atau pelajar untuk mulai menggunakan gawai.

“Ya memang sebenarnya kalau dari saya, anak-anak pegang gawai itu kalau mereka sudah SMA,” kata William, menyikapi pembatasan penggunaan media sosial bagi anak di bawah usia 16 tahun di Surabaya, Selasa (31/3/2026).

Ia mengemukakan, pembatasan penggunaan media sosial memang perlu dilakukan karena saat ini banyak beredar konten yang tidak jelas dan cenderung tidak memberikan manfaat bagi anak-anak.

Dalam kesempatan itu, ia juga mendorong pemerintah untuk melakukan penyaringan terhadap konten yang tidak mendidik. “Jadi memang membatasinya ini perlu, karena sosial media itu sekarang beritanya banyak yang simpang siur dan harus ada filter,” tuturnya.

William menjelaskan bahwa media sosial saat ini juga banyak memuat budaya luar yang dinilai bertentangan dengan nilai-nilai budaya bangsa. Menurutnya, kondisi tersebut berpotensi memberikan dampak negatif jika dikonsumsi oleh anak di bawah usia 16 tahun.

“Banyak sekali budaya luar juga masuk lewat situ. Kebiasaan yang tidak baik. Banyak sekali kontroversi. Jadi memang anak-anak perlu dilindungi supaya ada pembatasan,” kata William.

Sebagai informasi, pemerintah resmi memberlakukan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP TUNAS). Kebijakan ini menjadi langkah konkret dalam memastikan perlindungan anak dari berbagai risiko di dunia digital yang kian kompleks.

Sementara itu, Pemerintah Kota Surabaya telah menindaklanjuti kebijakan tersebut melalui Surat Edaran Wali Kota Surabaya Nomor 400.2.4/34733/436.7.8/2025 tentang Penggunaan Gawai (HP) dan Internet untuk Anak.

Surat edaran tersebut ditujukan untuk memperkuat pemahaman orang tua dan sekolah terkait pembatasan penggunaan gawai, khususnya di lingkungan pendidikan, seiring meningkatnya tantangan penggunaan teknologi di kalangan anak-anak. (kom)