Naradaily-Banjir akibat jebolnya tanggul Sungai Tuntang di Kabupaten Demak, Jawa Tengah, merendam sedikitnya 850 hektare lahan pertanian. Kondisi ini membuat para petani terancam rugi besar, terutama karena genangan terjadi saat memasuki musim tanam.

Salah satu wilayah terdampak berada di Desa Sidoharjo, Kecamatan Guntur. Hingga Selasa (7/4/2026), banjir yang telah berlangsung selama 5 hari belum juga surut. Akibatnya, tanaman padi yang baru ditanam terancam mati karena terendam air terlalu lama.

Petani setempat, Asrori, mengungkapkan kekhawatirannya. Ia menyebut, jika genangan berlangsung lebih dari sepekan, tanaman tidak bisa diselamatkan dan petani terpaksa mengolah ulang lahan dari awal.

“Banyak yang rusak, lahannya tidak bisa dihitung. Airnya masih tinggi. Kalau sampai seminggu, tidak bisa diselamatkan. Saya sendiri garap 1 hektare, kerugian sekitar Rp 7 juta, itu baru biaya tanam belum pupuk dan lainnya,” ujarnya.

Para petani pun berharap adanya bantuan dari pemerintah, khususnya dalam bentuk benih dan stimulan, agar mereka bisa kembali mengolah lahan. Dukungan tersebut dinilai penting untuk menjaga produktivitas pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.

Sementara itu, Bupati Demak, Eisti’anah, menyampaikan banjir kali ini berdampak pada dua kecamatan, yakni Karangtengah dan Guntur, dengan lahan terdampak mencapai 850 hektare. “Terkena banjir sekitar 850 hektare,” katanya saat meninjau lokasi terdampak.

Eisti’anah menambahkan, saat ini penyuluh pertanian lapangan (PPL) dari Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Demak masih melakukan pendataan untuk memastikan jumlah petani yang terdampak. Pemerintah daerah juga telah berkoordinasi dengan pemerintah provinsi terkait bantuan yang bisa diberikan kepada petani.

Jika bantuan dari provinsi belum tersedia, maka pemerintah kabupaten akan menyalurkan bantuan benih secara langsung. “Sudah diinstruksikan oleh bapak gubernur untuk diajukan ke provinsi. Jika tidak memungkinkan, bantuan benih akan kami siapkan dari pemerintah kabupaten,” jelas Eisti’anah.

Ke depan, pemerintah pusat juga berencana melakukan normalisasi Sungai Tuntang serta penataan sistem irigasi. Langkah ini diharapkan dapat mencegah banjir serupa terulang, sekaligus memperkuat sektor pertanian di wilayah tersebut.

“Kami akan melakukan normalisasi sungai, tidak hanya untuk penguatan tanggul, tetapi juga untuk memperbaiki sistem pengairan irigasi,” tuntasnya. (sic)