Naradaily-Perkuat diplomasi ekonomi luar negeri, Kadin Indonesia bentuk Kadin GEO. Kadin Indonesia membentuk Kadin Global Engagement Office yang disiapkan agar dunia usaha bisa lebih maksimal memanfaatkan kerja sama dagang dan investasi.
Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie mengatakan, Kadin mendapat kesempatan bekerja sama dengan para menteri kabinet Presiden Prabowo Subianto, termasuk dalam agenda diplomasi ekonomi. “Dalam bahasa kami, Pak Presiden, mencari lawan main untuk berdagang, untuk berinvestasi, dan berindustrialisasi,” kata Anindya dalam keterangan resminya, dikutip Sabtu (1/8/2026).
Anindya mengatakan, Kadin GEO berfungsi sebagai pengelola proyek agar hasil perjuangan pemerintah dalam perjanjian perdagangan dapat dimaksimalkan. Ia menyebut perjanjian seperti FTA dan CEPA harus benar-benar tersambung dengan Kadin daerah dan asosiasi usaha.
FTA adalah perjanjian perdagangan bebas. Sedang CEPA adalah kerja sama ekonomi komprehensif yang biasanya mencakup perdagangan, investasi, dan kerja sama ekonomi lain.
Anindya mengatakan, Kadin juga mengadakan agenda diplomasi setiap Jumat pada minggu kedua bersama para duta besar. Kadin berkeliling dari kementerian ke kementerian untuk memastikan hubungan luar negeri tersambung dengan kebutuhan pelaku usaha.
Menurut Anindya, upaya diplomasi ekonomi ini berkaitan dengan target investasi Indonesia. Ia menyebut, dari target investasi Rp2.041 triliun, separuhnya sudah tercapai pada semester pertama.
Ia juga menyebut realisasi tersebut menghasilkan hampir 1,5 juta lapangan kerja baru. Ia menambahkan, Kadin siap bekerja sama dengan pemerintah dan Danantara.
Menurutnya, Danantara dapat membuka peluang kerja sama dengan berbagai pihak. “Kadin tentu sangat siap untuk bersama-sama lembaga Danantara tersebut,” yakinnya. (sic)