Naradaily-Jumlah korban tewas akibat banjir bandang yang menerjang kawasan permukiman di perbatasan Nepal-Tibet pada Rabu (26/8/2026) pagi waktu setempat terus meningkat. Otoritas Nepal dan China melaporkan, hingga Kamis (27/8/2026), korban jiwa telah mencapai lebih dari 390 orang.
Mengutip keterangan dari otoritas Nepal dan China, kantor berita Associated Press melaporkan lebih dari 1.400 orang masih hilang akibat bencana tersebut. Korban hilang berasal dari sejumlah negara. Menurut Dewan Pariwisata Nepal, dari 517 warga negara asing yang dilaporkan hilang di Nepal, sebanyak 178 orang di antaranya merupakan warga negara India.
Sementara itu, Kepala Urusan Kemanusiaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Tom Fletcher mengumumkan pada Kamis (27/8/2026), ia telah memerintahkan pencairan dana sebesar USD2 juta dari dana tanggap darurat pusat PBB. Mengutip CBS News, Jumat (28/8/2026), dana tersebut akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan medis, menyediakan tempat penampungan, serta menyalurkan air bagi para korban yang terdampak banjir dahsyat tersebut.
Fletcher mengatakan tim tanggap darurat juga telah dimobilisasi. Selain itu, tim tambahan disiagakan untuk membantu penanganan bencana di lapangan. (sic)